BNN Tangkap Buron Kasus Narkoba Bos Gendut di Kampung Bahari Jakarta Utara
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama polisi menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus narkoba, di sebuah salon kecantikan di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Rabu malam 12 Agustus 2026.
Operasi dimulai dari pengintaian Bos Gendut dari Kampung Bahari hingga Mangga Besar sebelum penangkapan pukul 20.09 WIB. Penangkapan juga melibatkan dua loyalis Bos Gendut yang turut diamankan.
"Operasi terhadap gembong narkoba yang tadi malam sudah kita tangkap pukul 20.09 WIB yang kita ikuti mulai dari kampung bahari keluar menuju Mangga Besar," ujar Brigjen Roy Hardy Siahaan, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, dalam konferensi pers di kantor BNN Jakarta Utara, Kamis 13 Agustus 2026.
BNN mengungkap Bos Gendut buron sejak November 2025 terkait kepemilikan sabu sebanyak 98 kilogram. Selain itu, pengembangan kasus mengarah ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan penyitaan uang tunai sebesar Rp 1,277 miliar.
"Dari hasil pengembangan terhadap yang bersangkutan, Bos Gendut atau MR tersebut kita sudah mengembangkan TPPU-nya yang sudah berhasil kita sita, ada uang cash sebesar Rp 1,277 miliar," kata Roy.
Selain uang tunai, BNN menyita aset Bos Gendut senilai sekitar Rp 39,950 miliar berupa berbagai properti. Dalam penggerebekan juga ditemukan narkotika jenis ganja, senjata api, samurai, peluru, dan kendaraan mewah seperti mobil BMW.
"Kemudian dikembangkan dalam beberapa aset yang sudah kita hitung kurang lebih sebesar Rp 39,950 miliar," jelas Roy.
"Antara lain barang bukti narkotika jenis ganja atau gorila yang ada di sebelah kiri. Kemudian barang bukti uang, kemudian senjata api, ada samurai, ada beberapa peluru, ada handphone, ada aset-aset lain, termasuk di depan rekan-rekan ada mobil 2. Yang satu BMW pada saat kita menangkap MR tadi di salah satu beauty kecantikan atau salon kecantikan yang ada di Mangga Besar," tambahnya.
"Sedangkan yang dua lagi kita amankan berada di sekitar TKP dengan barang bukti yang ada salah satunya adalah Vespa dan mobil," lanjut Roy.
Dalam operasi tersebut, BNN dan polisi mendapat perlawanan dari loyalis Bos Gendut yang bercokol di Kampung Bahari. Seorang anggota polisi terluka di bawah mata akibat perlawanan itu.
"Pada saat kita melakukan operasi tersebut, ada perlawanan dari beberapa loyalis dari MR termasuk orang-orang yang bercokol di kampung bahari, sehingga ada salah satu dari anggota kami anggota Polri yang terluka di bawah mata," ujar Roy.
Kasus ini dilaporkan oleh Detikcom sebagai sumber informasi utama operasi dan penangkapan tersebut.