Laba DSSA Turun 22 Persen Menjadi US80 Juta
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membukukan penurunan laba bersih sebesar 22 persen menjadi US$80 juta pada kuartal pertama 2025. Perolehan tersebut diumumkan berbarengan dengan rencana aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham dan pelepasan saham anak usaha.
Dilansir dari BERNAS.id, emiten bersandi saham DSSA ini berencana melakukan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:25. Selain itu, perusahaan juga merencanakan penjualan 6 persen saham PT Smartfren Telecom Tbk dengan nilai mencapai Rp1,5 triliun.
Penurunan kinerja keuangan emiten dipengaruhi oleh perubahan kondisi pasar serta penyesuaian indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Penyesuaian pada indeks MSCI August 2026 Index Review berpotensi mempercepat arus modal keluar dari sejumlah emiten terkait.
Pelaku pasar keuangan saat ini mencermati potensi arus dana keluar pasif dari pasar saham Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp1 triliun. Kondisi ini berisiko menekan tingkat likuiditas dan pergerakan harga saham emiten di bursa efek.
Perubahan indeks global tersebut memberikan dampak langsung terhadap dinamika pasar modal domestik. Pelaku pasar dan investor ritel disarankan melakukan evaluasi portofolio secara berkala guna mengantisipasi dampak risiko dari aksi korporasi serta penyesuaian indeks internasional.