Pemerintah India Evaluasi Prosedur Tes Narkoba Pilot Usai Insiden Air India
Kementerian Penerbangan Sipil India meminta Directorate General of Civil Aviation mempelajari ulang prosedur tes narkoba bagi pilot maskapai. Langkah ini diambil usai penerbangan Air India rute Phuket menuju Delhi mengalami penurunan ketinggian secara mendadak hingga menyebabkan 24 orang terluka, seperti dilansir dari Detik Travel pada Kamis (13/8/2026). Insiden serius tersebut dialami oleh penerbangan Air India AI-2379 saat membawa 137 penumpang dan delapan awak di atas wilayah Odisha.
Pesawat tersebut dilaporkan merosot mendadak sekitar 300 kaki atau 91 meter dari posisi jelajahnya. Guncangan mendadak ini mengakibatkan sedikitnya 20 penumpang serta empat awak penerbangan mengalami cedera. Setelah pendaratan darurat berhasil dilakukan, pemeriksaan standar kesehatan langsung dijalankan terhadap seluruh kru penerbangan.
Pemeriksaan tes narkoba menunjukkan hasil bahwa kapten pilot positif mengonsumsi ganja, sedangkan first officer atau kopilot dinyatakan negatif. Pihak maskapai kemudian dengan tegas langsung menarik kedua pilot dari jadwal tugas terbang.
Hasil rekaman kamera pengawas di bandara memperlihatkan sang pilot utama mengalami kesulitan fisik untuk berdiri sesaat setelah turun dari pesawat. Ia bahkan membutuhkan bantuan kru lain agar dapat bergerak dan menuju tempat duduk. Berdasarkan catatan laporan keselamatan internal Air India, sang pilot utama sedang dalam masa konsumsi obat untuk mengatasi masalah tidur. Gangguan tidur tersebut dialaminya akibat masalah pribadi dan obat yang dikonsumsi berasal dari resep dokter keluarga.
Investigasi internal turut menemukan bahwa kapten pilot sedang tidak berada di kursi kemudi ketika penurunan ketinggian mendadak terjadi. Kursi utama saat itu diisi oleh seorang anggota kru kabin, sementara kendali penuh pesawat dipegang oleh kopilot. Sebelum insiden tersebut terjadi, seorang awak kabin juga telah melayangkan keluhan resmi terkait dugaan sang pilot menghisap ganja. Di samping itu, sistem kendali otomatis pesawat juga tercatat sempat mengalami beberapa anomali fungsi sebelum guncangan terjadi.
Atas serangkaian temuan awal tersebut, DGCA secara resmi mengategorikan peristiwa ini sebagai insiden serius. Proses penyelidikan mendalam kini ditangani langsung oleh Aircraft Accident Investigation Bureau dengan bantuan teknis dari Airbus dan otoritas Prancis, Bureau of Enquiry and Analysis for Civil Aviation Safety. Pemerintah India menginstruksikan DGCA membandingkan regulasi tes narkoba penerbangan domestik dengan standar internasional di negara lain. Penyelidikan menyeluruh masih terus berlanjut untuk memastikan seluruh faktor penyebab insiden pesawat tersebut.