Telkom Indonesia Pangkas Puluhan Anak Usaha hingga Akhir 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempercepat proses perampingan struktur bisnis dengan memangkas jumlah anak usaha dari semula 67 entitas menjadi 19 entitas hingga akhir tahun 2026. Langkah strategis ini diputuskan dalam pertemuan antara Badan Pengaturan (BP) BUMN, Danantara Indonesia, dan Direktur Portfolio/Bisnis Telkom di Wisma Danantara Indonesia pada Senin (25/5).
Restrukturisasi besar-besaran tersebut dilakukan untuk memperkuat peran Telkom sebagai strategic holding digital nasional yang lebih kompetitif. Integrasi ini melibatkan berbagai langkah mulai dari merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru yang fokus pada infrastruktur telekomunikasi.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram @bumn_id pada Selasa (26/5), manajemen BP BUMN memaparkan tujuan dari transformasi menyeluruh ini.
"Telkom Group terus mempercepat proses streamlining dari semula 67 entitas menjadi 19 entitas pada akhir tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar Telkom untuk membangun struktur bisnis yang lebih ramping, fokus dan kompetitif dalam memperkuat perannya sebagai strategic holding digital," tulis unggahan Instagram resmi @bumn_id.
BP BUMN bersama Danantara berkomitmen terus mendorong optimalisasi aset dan penguatan tata kelola di lingkungan perusahaan pelat merah tersebut. Upaya akselerasi juga diarahkan pada konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, InfraCo, serta penataan lisensi.
"Melalui transformasi ini, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola, efisiensi bisnis, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin agile, sehat dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia ke depan," harap manajemen BP BUMN melalui akun resmi tersebut.
Sebelumnya, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengungkapkan adanya target jangka pendek dalam proses perampingan ini. Danantara telah menginstruksikan perseroan untuk menutup sepuluh anak perusahaan paling lambat pada Juni 2026.
"Akhir Juni ini kita diminta menutup 10 anak perusahaan. Dan, insya Allah kita komit bisa menutup 10 anak perusahaan, jadi dari 67 (anak perusahaan) itu, (pemangkasan) 10 (di antaranya) terjadi di akhir bulan Juni, bulan depan," ujar Seno Soemadji di Jakarta seperti dikutip dari Antara pada Kamis (21/5).
Seno Soemadji menjelaskan bahwa evaluasi difokuskan pada anak perusahaan yang memiliki bidang usaha tumpang tindih serta menunjukkan performa yang kurang optimal dalam dua tahun terakhir.
"Memang secara bisnis kita juga sudah melakukan pertimbangan, kita melakukan analisa bahwa streamlining (perampingan) ini, terutama yang overlap, yang bisnis-bisnisnya berada di (bidang yang) sama. Itu salah satu yang akan kita watch," jelas Seno Soemadji.
Meskipun demikian, pihak Telkom masih enggan merinci daftar nama anak perusahaan yang akan dihentikan operasinya demi menjaga stabilitas dan mempertimbangkan sensitivitas pasar.
"Menurut saya nanti (diumumkan). Karena kita ada beberapa pendekatan dan pertimbangan sensitivitas. Tapi (informasi lebih lanjut) bisa disampaikan nanti," ujar Seno Soemadji.
Seno Soemadji menambahkan bahwa seluruh rangkaian proses pengurangan anak usaha ini dijalankan secara bertahap demi memastikan kepatuhan penuh terhadap prosedur tata kelola perusahaan yang berlaku.
"Kita mesti memastikan governance process-nya betul, hipotesanya dan tahapannya semuanya betul," kata Seno Soemadji.