Pasar Game Mobile Jepang Dinilai Makin Sulit Akibat Tren PC

Share

Kondisi pengembang game mobile di Jepang semakin menghadapi tantangan berat sepanjang tahun 2026. Laporan mengenai peningkatan angka kebangkrutan pengembang lokal memicu diskusi hangat di kalangan komunitas gamer gacha.

Diskusi yang berkembang di platform Reddit menyoroti pergeseran tren industri. Seperti dilansir dari Gamebrott, lonjakan popularitas platform PC menjadi salah satu faktor utama yang menekan pertumbuhan pasar mobile di negara tersebut.

Pengguna Reddit bernama Dabage menjelaskan bahwa penurunan pasar game mobile tidak hanya dipicu oleh masalah kualitas produk. Ia menilai pesatnya pertumbuhan pasar game PC di Jepang dalam beberapa tahun terakhir memberikan dampak signifikan.

Meskipun jumlah PC gamer di Jepang sempat menyusut 3 juta pengguna dalam satu dekade terakhir, nilai pasar game PC justru melonjak tiga kali lipat sepanjang periode 2019 hingga 2023.

Berdasarkan data Newzoo, pendapatan pasar game PC di Jepang tumbuh sekitar 12 persen pada periode 2018–2021, dari ¥95 miliar menjadi ¥135 miliar. Pertumbuhan tersebut melaju hingga 21,4 persen pada periode 2021–2024 dengan nilai mencapai ¥240 miliar.

Pada tahun 2025, laju pertumbuhan pasar PC sempat melambat ke angka 5,8 persen akibat kehadiran Nintendo Switch 2 yang mendongkrak segmen konsol. Pada periode yang sama, pasar game mobile hanya mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 1,3 persen.

Sejumlah pengembang lokal mulai beradaptasi dengan tren tersebut. Game popular Umamusume Pretty Derby telah merambah platform Steam pada tahun 2025, langkah yang juga diikuti oleh Hololive Dream saat rilis perdana secara serentak.

Pergeseran minat pemain dan pengembang di Jepang turut memperluas variasi genre. Segmen pasar kini tidak lagi didominasi oleh kekayaan intelektual (IP) domestik lama, melainkan mulai didominasi oleh game indie, PvP Shooter, dan game dengan sistem progresion.

Pengembang game indie asal Jepang seperti Exit 8, Palworld, dan Meccha Chameleon terbukti sukses mencuri perhatian di pasar domestik maupun internasional melalui peluncuran di platform PC.

Pertumbuhan pasar PC yang masif turut membuka peluang besar bagi pengembang luar negeri seperti miHoYo. Kehadiran game global seperti Genshin Impact dinilai memberi tekanan tambahan bagi pengembang lokal.

Para anggota komunitas gacha juga menilai pengembang game mobile Jepang terlalu bergantung pada IP lama, kurang berinovasi, serta menerapkan mekanisme gameplay yang terkesan usang ketimbang pengembang dari China atau Korea Selatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author