Warga Parungpanjang Blokir Jalan Akibat Proyek Perbaikan Berdebu
Aksi pemblokiran jalan digelar warga Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (12/8/2026) malam sebagai bentuk protes terhadap pekatnya debu proyek perbaikan jalan. Berdasarkan laporan Detikcom, warga membakar ban serta memutar balik truk pengangkut material yang melintas hingga menyebabkan arus lalu lintas sempat terhenti total.
Aksi protes tersebut dipicu oleh ketidaknyamanan warga atas tingginya intensitas debu yang dihasilkan dari aktivitas pengerjaan perbaikan di jalur tersebut. Meskipun statusnya merupakan jalan provinsi, proyek pembenahan ini dikerjakan oleh pihak swasta.
Kapolsek Parungpanjang Kompol M Taufik mengonfirmasi bahwa penutupan jalan terjadi lantaran warga merasa terganggu oleh debu tebal yang membumbung di pemukiman mereka selama proses konstruksi berlangsung.
"Jadi bisa kami sampaikan hal tersebut terjadi akibat terdampaknya warga sekitar dari kegiatan perbaikan jalan, yang mengakibatkan dirasakan warga banyaknya debu ngebul," kata Taufik, Kamis (13/8/2026).
Taufik menjelaskan bahwa pihak kontraktor sebenarnya telah mengoperasikan unit penyiram air untuk meminimalkan debu di sekitar lokasi pengerjaan. Namun, warga menilai frekuensi serta metode penyiraman yang diterapkan pelaksana proyek masih belum memadai untuk meredam pekatnya debu.
"Sudah ada langkah-langkah untuk mencegah atau meminimalisir debu dengan penyiraman oleh pelaksana perbaikan jalan. Tapi dirasa kurang, disampaikanlah oleh warga untuk ditambah intensitas maupun teknis penyiraman tersebut untuk mengurangi debu," jelasnya.
Merespons gejolak warga, personel kepolisian bersama jajaran unsur Muspika Kecamatan Parungpanjang langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas memediasi pertemuan antara perwakilan warga dengan pihak pengelola proyek guna mencari jalan keluar.
"Kami hadir di lokasi beserta Pak Camat, Pak Danramil, alhamdulillah kami fasilitasi menyampah apa yang menjadi keluh kesah warga ke pihak penyelenggara perbaikan jalan," terangnya.
Mediasi tersebut membuahkan kesepakatan bahwa penyiraman air di area pengerjaan akan ditingkatkan. Pihak pengelola proyek juga menyetujui percepatan target penyelesaian perbaikan jalan provinsi tersebut dari yang semula dijadwalkan selesai November menjadi usai pada Oktober.
"Disepakati pada malam tadi untuk pihak pengelola melaksanakan penyiraman di jalan dan diupayakan percepatan dari target awal itu selesai di bukan November, diupayakan lebih cepat Oktober sudah selesai proyek tersebut," imbuhnya.