Krisis Bek Atlético Mineiro Usai Lyanco Cedera di Sudamericana 2026

Share

Kemenangan 1-0 Atlético Mineiro atas Red Bull Bragantino pada leg pertama babak 16 besar CONMEBOL Sudamericana 2026 di Estádio Municipal Cícero de Souza Marques, Rabu (12/8/2026), harus dibayar mahal akibat cederanya bek utama Lyanco.

Pemain bertahan tersebut terpaksa ditarik keluar pada menit ke-27 setelah mengalami benturan keras dengan gelandang Bragantino, Vinicinho, dan posisinya digantikan oleh Vitor Hugo.

Meskipun gol tunggal penentu kemenangan tim tamu berhasil dicetak oleh Tomás Cuello lewat serangan balik cepat hasil umpan lambung Igor Gomes di babak kedua, kondisi lini belakang klub menjadi perhatian utama.

Cedera Lyanco memicu kekhawatiran besar di kalangan suporter karena klub baru saja melepas Ivan Roman dengan status pinjaman, sehingga hanya menyisakan Ruan dan Vitor Hugo sebagai pilihan bek tengah murni.

Sejumlah pendukung menyuarakan kritik tajam terkait manajemen skuat dan perencanaan transfer pemain di media sosial.

"Lyanco keluar karena cedera pada hari yang sama saat mereka mengumumkan peminjaman Ivan Roman. Satu-satunya bek tengah yang mereka rekrut datang dalam keadaan cedera. Untuk pertandingan-pertandingan berikutnya kita hanya memiliki Ruan dan Victor Hugo sebagai pilihan. Kelas sekali perencanaannya," tulis pendukung klub Joao Heber.

Sentimen serupa disampaikan oleh suporter lainnya yang menilai hilangnya bek utama akan memperburuk pertahanan tim pada laga-laga mendatang.

"Jika bersama Lyanco saja sudah buruk, tanpa dia akan lebih parah. Dan berkat perencanaan yang sangat baik, kita tidak lagi memiliki bek tengah," ujar Alexandre Passos.

Kondisi ini dipandang sangat krusial mengingat jadwal padat yang harus dihadapi tim dalam kompetisi domestik maupun internasional.

"Lyanco cedera, kita akan mengandalkan Vitor Hugo… Selamat untuk siapa saja yang berpikir kita tidak membutuhkan bek tengah," kata akun Deadpool Atleticano.

Selain posisi bek tengah, pendukung juga menyoroti kelangkaan opsi di sektor pertahanan sebelah kiri yang belum teratasi sejak awal musim.

"Lyanco berjalan terpincang-pincang, kemungkinan cedera. Apakah mereka akan memiliki rasa darurat paling minimal untuk mencari bek tengah yang bermain di sisi kiri? Itu sudah menjadi kebutuhan sejak awal tahun!" tulis akun GUS.

Jalannya laga sendiri berlangsung sengit sejak awal, di mana Bragantino mendominasi penguasaan bola pada paruh kedua namun gagal membobol pertahanan kokoh Atlético Mineiro hingga laga usai.

Sebelum pertandingan digelar, pelatih Red Bull Bragantino, Vagner Mancini, sempat menegaskan komitmen timnya untuk memaksimalkan laga kandang demi meraih modal positif sebelum bertandang ke Belo Horizonte pada leg kedua pekan depan.

Sementara itu, pelatih Atlético Mineiro, Eduardo Domínguez, menyatakan ketegasan timnya untuk tetap tampil serius dalam mengejar kemenangan ketiga secara beruntun di kancah internasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author