Eropa Bersiap Hadapi Gelombang Panas Ekstrem dan Risiko Kebakaran Hutan

Share

Suhu udara ekstrem yang mendekati hingga melampaui 42 derajat Celsius diprediksi bakal menerjang sejumlah wilayah di Eropa dalam beberapa hari mendatang. Ancaman kekeringan hebat ini memicu lonjakan risiko kebakaran hutan di berbagai penjuru benua tersebut, seperti dilansir dari Detik Travel. Spanyol diproyeksikan menjadi salah satu area yang paling parah terdampak gelombang panas.

Badan Meteorologi Spanyol (Aemet) memperkirakan wilayah Cordoba menyentuh suhu 42 derajat Celsius, Sevilla mencapai 40 derajat Celsius, serta Madrid dan Granada berada di angka 39 derajat Celsius. Peringatan cuaca kuning hingga oranye telah diberlakukan di sebagian besar wilayah Spanyol. Sejumlah kawasan wisata utama seperti Barcelona, Malaga, dan Alicante turut berhadapan dengan kenaikan suhu udara di kisaran 30 derajat Celsius.

Kondisi serupa mengancam Prancis, dengan wilayah Bordeaux diperkirakan mencapai 39 derajat Celsius, Toulouse 36 derajat Celsius, dan Paris 35 derajat Celsius. Wilayah tenggara negara tersebut telah menetapkan status siaga gelombang panas tingkat oranye.

Suhu tinggi juga terus mencengkeram Italia. Kota Roma diproyeksikan mencatat suhu 38 derajat Celsius, sementara Milan dan Florence berkisar pada angka 37 derajat Celsius, serta sebagian area Sardinia berpotensi menyentuh 40 derajat Celsius. Pergerakan gelombang panas ini diperkirakan bergeser menuju Eropa Tengah dan Timur pada awal pekan depan, mengancam Hungaria, Serbia, dan Rumania dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius. Slovakia bahkan mencatatkan rekor suhu tertinggi dalam sejarah negaranya yang menembus 42,2 derajat Celsius.

Fenomena panas ekstrem ini dipicu oleh sistem tekanan tinggi yang mengunci udara panas di atas wilayah Eropa. Mekanisme cuaca yang dikenal dengan istilah heat dome tersebut mempercepat penumpukan panas di atas permukaan tanah. "Suhu ekstrem juga memperparah kekeringan yang meluas, ketika tanah mengering, kemampuannya untuk memberikan pendinginan alami berkurang sehingga panas lebih mudah terakumulasi. Ini menjadi contoh nyata bagaimana perubahan iklim memperkuat suhu ekstrem, dengan panas dan kekeringan yang semakin saling memperkuat," kata Burgess.

Ancaman bahaya kebakaran hutan kategori ekstrem kini membayangi wilayah Hungaria, Rumania, dan Serbia berdasarkan data Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (EFFIS). Spanyol dan beberapa kawasan di Prancis juga menghadapi kewaspadaan tinggi menjelang akhir pekan. "Perubahan iklim semakin sering menghadirkan kondisi panas dan kering yang mendukung terjadinya kebakaran hutan besar. Dengan intensitas tinggi di Eropa Selatan, sekaligus memperpanjang musim kebakaran ke arah utara," ujar Rouil.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author