Pemprov Banten Janji Perbaiki Jalan Rusak di Desa Cijaralang
Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Kepastian tersebut disampaikan setelah jajaran pemerintah meninjau langsung kondisi di lapangan pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Langkah perbaikan infrastruktur ini merupakan respons atas keluhan dan aksi protes masyarakat setempat yang telah menghadapi kerusakan akses jalan selama puluhan tahun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa Penjabat Gubernur telah melihat langsung kondisi jalan kabupaten di lokasi tersebut dan merencanakan bantuan pembangunan dari pihak provinsi.
Proses pengerjaan fisik akan dialokasikan melalui mekanisme anggaran perubahan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banten tahun 2027 secara bertahap.
"Pak gubernur sudah meninjau langsung, melihat kondisi jalan kabupaten di Desa Cijalarang. Rencana akan dibantu pembangunannya oleh Pemprov," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten Arlan Marzan.
Pemerintah Provinsi Banten menegaskan bahwa pelaksanaan proyek infrastruktur ini nantinya harus disesuaikan dengan kapasitas finansial daerah yang tersedia.
"Mulai perubahan dan APBD 2027 menyesuaikan kemampuan keuangan Pemprov," ucap Arlan Marzan.
Arlan juga mendorong pihak Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk berkontribusi aktif dalam penganggaran agar penanganan jalan di wilayah tersebut dapat berjalan optimal.
"Semoga Pemkab Pandeglang juga bisa menganggarkan penanganan jalan kabupaten yang lain, sehingga kolaborasi pembangunan yang digagas pak gubernur bisa maksimal," ujar Arlan Marzan.
Sebelum adanya tanggapan dari dinas terkait, gelombang protes sempat dilayangkan oleh warga dari lima kampung di Desa Cijaralang pada Senin, 22 Juni. Warga menggelar aksi petisi menggunakan darah sebagai lambang kondisi darurat atas rusaknya fasilitas jalan selama puluhan tahun.
Perwakilan warga setempat, Sujana, mengutarakan keprihatinan masyarakat atas belum adanya penanganan nyata dari pemerintah dalam kurun waktu yang sangat lama.
"Puluhan tahun belum ada perbaikan, sudah parah," kata Sujana.
Aksi pengumpulan tanda tangan dan cap darah tersebut diikuti oleh puluhan perwakilan warga dari lima kampung sebagai upaya mendesak perhatian pemerintah.
"Simbol kepedihan, titik darah terakhir, permohonan yang betul-betul sungguh-sungguh, simbol darurat," ujar Sujana.