Kaitan Warna Lidah Keunguan dan Risiko Kolesterol Tinggi
Kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) yang berlebihan berpotensi memicu penumpukan plak di dalam pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyumbat aliran darah serta meningkatkan risiko timbulnya penyakit jantung dan stroke.
Masalah penumpukan lemak tersebut kerap dijuluki sebagai silent killer karena jarang menunjukkan gejala awal. Dilansir dari Detik Health, perubahan warna lidah menjadi keunguan kerap dikaitkan dengan potensi adanya gangguan kesehatan tertentu.
Berdasarkan ulasan dalam jurnal Frontiers in Medicine, warna lidah yang berubah menjadi ungu dapat mengindikasikan adanya perubahan pada pembuluh darah sublingual atau area di bawah lidah.
Kondisi lidah tampak keunguan ini berikatan erat dengan sirkulasi darah yang tidak berjalan secara optimal. Bercak ungu tersebut dapat timbul akibat stasis atau fenomena perlambatan arus darah.
Selain itu, pembuluh darah sublingual juga bisa terlihat lebih tebal, membengkok, serta berwarna lebih gelap. Meski demikian, perubahan warna pada lidah tidak secara spesifik menandakan tingginya kadar kolesterol seseorang.
Fenomena tersebut dapat dipicu oleh faktor lain yang memengaruhi kadar oksigen dan sirkulasi darah. Salah satu penyebab utamanya adalah sianosis, yaitu kondisi ketika jaringan tubuh tampak kebiruan atau keunguan akibat kekurangan oksigen.
Masalah sianosis ini umumnya berkaitan dengan gangguan pada organ paru-paru maupun jantung.
Perubahan Warna pada Bibir
Selain pada area lidah, gangguan sirkulasi darah juga dapat memengaruhi penampilan bibir. Dikutip dari CNBC, bibir yang berubah warna menjadi merah tua atau kebiruan menandakan adanya perubahan fluktuasi kadar oksigen dan aliran darah.
Akan tetapi, kondisi perubahan warna pada bibir maupun lidah tidak bisa dijadikan sebagai indikator pasti untuk mengukur tingginya kolesterol.
Gejala Lain dan Cara Memastikan Kolesterol
Penumpukan plak kolesterol yang menyempitkan pembuluh darah umumnya baru menimbulkan gejala saat mengenai organ tertentu. Beberapa keluhan yang patut diwaspadai meliputi rasa nyeri atau tekanan di dada, sesak napas, hingga jantung berdebar cepat.
Mengingat gejala tersebut juga bisa dipicu oleh penyakit lain, pemeriksaan darah tetap menjadi metode paling akurat untuk mengukur kadar kolesterol. Pengujian profil lipid dapat mengukur kadar kolesterol total, LDL, high-density lipoprotein (HDL), dan trigliserida.
Masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan bahwa perubahan warna lidah atau bibir disebabkan oleh kolesterol tinggi. Konsultasi medis sangat disarankan, terutama jika timbul gejala penyerta seperti nyeri dada dan sesak napas.