Turis Kaget Tagihan Makan di Ibiza Capai Rp 6 Juta

Share

Pengalaman kurang menyenangkan dialami seorang turis bernama Jesus Soriano saat menyantap hidangan di salah satu restoran kawasan Ibiza, Spanyol.

Seperti dilansir dari Detik Food, ia terkejut saat menerima lembaran struk tagihan makan yang nilainya menembus angka lebih dari Rp 6 juta.

Soriano membagikan keluhannya tersebut melalui akun X miliknya @soycamarero seraya mengunggah bukti pembayaran di tempat makan tepi pantai tersebut pada 4 Agustus lalu.

Melalui unggahan tersebut, ia berniat membuka ruang diskusi mengenai standar kewajaran harga menu makanan yang dipatok oleh pengelola restoran di wilayah Ibiza.

"Saya tidak ingin menyebutkan restoran tertentu. Saya ingin mengajak diskusi. Karena membayar lebih untuk tempat di tepi pantai yang bagus itu satu hal… tetapi membayar €6,50 (Rp 133.944) untuk Coca-Cola 200 ml, €11 (Rp 226.675) untuk sebotol air, dan €16 (Rp 329.709) untuk roti itu hal yang sangat berbeda.

Di mana batasnya? Beri tahu saya pendapat Anda," ujar Soriano.

Berdasarkan rincian struk, Soriano memesan keripik dengan guacamole seharga €28 (Rp 576.990) dan calamari seharga €32 (Rp 659.418).

Ia juga memesan veal carpaccio senilai €15 (Rp 309.102), steak tartare €36 (Rp 741.845), serta porsi nasi sayuran seharga €48 (Rp 989.126).

Akumulasi seluruh hidangan beserta pajak 10 persen mencapai €290,50 (Rp 5.986.275). Tagihan membengkak hingga melampaui €319 (Rp 6.573.569) karena adanya anjuran tip sebesar 10 sampai 20 persen.

Meski identitas tempat makan dan jumlah rombongan tidak disebutkan, komposisi pesanan pada struk mengindikasikan hidangan tersebut cukup untuk porsi tiga orang.

Pengeluaran tersebut berbanding jauh dengan harga di Inggris. Jamuan makan tiga orang tanpa alkohol di Inggris umumnya berkisar £30-£60 (Rp 618.204 – Rp 1.236.408) tergantung lokasi.

Unggahan Soriano lantas memicu perdebatan sengit di antara para pengguna internet. Banyak netizen menilai nominal tersebut tidak masuk akal, namun ada pula yang berpendapat pembeli harus lebih cermat.

"Menurut saya ini berlebihan, tetapi jika harga-harganya ditampilkan, tidak ada penipuan. Jika saya melihat harga-harga itu, saya tidak akan masuk. Saya lebih baik tidak masuk sama sekali, daripada masuk lalu mengeluh," tulis seorang netizen.

"Kesalahan sepenuhnya terletak pada kita sebagai pelanggan. Membayar sebanyak itu untuk sebotol air," tanggap netizen lainnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: kuliner travel viral
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author