Bentrokan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln Tewaskan 7 Tentara AS

Share

Tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat bentrokan sengit di atas kapal induk USS Abraham Lincoln pada Rabu, 12 Juni 2026, seperti dilansir dari Detikcom. Insiden berdarah di tengah pengerahan militer menghadapi perang dengan Iran tersebut dipicu oleh meningkatnya keresahan serta tekanan internal akibat masa penugasan yang berkepanjangan.

Peristiwa berdarah ini bermula saat seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke atas kapal induk untuk merespons gelombang keluhan awak kapal. Keluhan tersebut mencuat seiring munculnya protes dari pihak keluarga prajurit terkait masa dinas yang terus diperpanjang tanpa kepastian.

Kedatangan pejabat militer tersebut tidak mendapat sambutan baik dari para prajurit Angkatan Laut yang berkumpul di lokasi kejadian.

"Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan sekelompok personel," kata sumber militer seperti dilaporkan Tasnim.

Kericuhan verbal dan aksi pelemparan tersebut dengan cepat bereskalasi menjadi kontak fisik secara masif di antara sesama prajurit.

"Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka," ujar sumber tersebut.

Kondisi di atas kapal induk AS itu dilaporkan masih diselimuti ketegangan tinggi, sementara pihak Gedung Putih maupun militer AS belum memberikan pernyataan resmi balasan atas laporan media Iran tersebut. Kapal induk USS Abraham Lincoln tercatat telah berlayar selama 263 hari dan beroperasi 208 hari secara beruntun di Samudra Hindia untuk menjalankan misi blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author