Revano Satria Integrasikan Apple Books dan Keynote dalam Desain Arsitektur
Alur kerja arsitektur modern kini makin bergantung pada teknologi digital untuk mempermudah perancangan hingga manajemen data. Arsitek dan desainer Revano Satria memanfaatkan berbagai aplikasi digital untuk menggarap tiap proyeknya, mulai dari pembuatan sketsa awal, pengembangan model tiga dimensi (3D), hingga pengelolaan ribuan pustaka referensi. Uniknya, aplikasi seperti Apple Books turut dimasukkan ke dalam ekosistem kerjanya.
Pendiri RSI Group dan Retired Space tersebut menjelaskan bahwa setiap proyek yang ditanganinya selalu diawali dari goresan garis dan sketsa. Bagi Revano, coretan awal menjadi fase vital sebelum sebuah gagasan diterjemahkan ke dalam rancangan presisi.
"Setiap desain bermula dari satu garis," kata Revano, dilansir dari Detik iNET.
Ia menekankan pentingnya coretan pertama karena memberikan ruang kebebasan yang lebih luas sebelum desain masuk ke tahap pembatasan teknis.
"Sketsa ini sangat berharga karena coretan pertama itu selalu membawa kami untuk melangkah lebih jauh," ujar Revano.
Oleh sebab itu, studio yang dipimpinnya membiasakan proses perancangan selalu dimulai dari sketsa manual atau digital sederhana. Setelah ide awal terbentuk, barulah proses tersebut dibawa ke tingkatan digital yang lebih rumit.
Usai tahap sketsa, Revano dan tim melanjutkan alur kerja ke fase 3D Concept Development untuk mengubah ide dasar menjadi bentuk tiga dimensi. Tahapan berikutnya adalah proses rendering guna melihat perpaduan material dan pencahayaan secara visual.
"3D Rendering ini gunanya adalah kita bisa melihat bagaimana material-material yang ada, bagaimana cahaya yang ada, bagaimana semuanya itu berpadu menjadi satu," tutur Revano.
Untuk beban kerja komputasi yang lebih kompleks, seperti desain parametrik, timnya mengandalkan aplikasi Grasshopper. Revano menyinggung pemprosesan perangkat keras berarsitektur chip M1 hingga M5 sangat membantu beban kerja parametrik yang tergolong berat. Di samping itu, SketchUp tetap digunakan sebagai perangkat lunak pemodelan 3D yang lebih fleksibel dan mudah dioperasikan.
"Ini salah satu aplikasi yang terkenal dengan sangat universal, sangat mudah digunakan," kata Revano.
Seturut selesainya pemodelan 3D, geometri rancangan diperketat agar lebih logis secara struktur. Tim kemudian berkonsultasi dengan konsultan spesialis untuk mengevaluasi kelebihan serta kekurangan model sebelum melangkah ke tahap teknis berikutnya.
Pemanfaatan Apple Books dan Keynote untuk Manajemen Proyek
Tantangan pekerjaan Revano tidak berhenti pada proses menggambar, melainkan juga pada tata kelola data proyek yang melibatkan banyak personel di berbagai lokasi. Sistem digital yang terintegrasi memungkinkan manajer, desainer, hingga desainer junior mengakses dokumen secara real-time dari mana saja.
Penyimpanan referensi digital ini memanfaatkan Apple Books untuk mengelola puluhan ribu berkas media serta katalog vendor dari berbagai tahun. Katalog lama tetap disimpan karena sering dibutuhkan sebagai acuan proyek mendatang.
"Bahkan sekarang kami saling share library antar perusahaan di RSI Group," ucap Revano.
Dokumentasi lapangan yang diperoleh anggota tim saat meninjau lokasi dapat langsung dimasukkan ke dalam perpustakaan digital. Hal serupa diterapkan pada berkas gambar kerja, sehingga pembaruan file dapat langsung diakses oleh seluruh anggota tim saat rapat berlangsung.
Selain pengelolaan berkas, perancangan materi presentasi mengandalkan aplikasi Keynote. Fitur kolaborasi real-time pada aplikasi tersebut dinilai efisien saat tim harus menyusun materi dalam tenggat waktu yang ketat.
"Ini fitur yang sangat berguna, tidak membuang waktu karena kita bisa mengerjakan satu presentasi secara real time dengan beberapa tim secara bersamaan. Ini terbukti bisa kami diselamatkan karena fitur ini berkali-kali, karena waktu yang sangat terbatas," ujar Revano.
Bagi Revano, pemanfaatan ekosistem digital pada akhirnya bukan sekadar menggunakan aplikasi atau perangkat keras paling anyar, melainkan menciptakan alur kerja yang lebih efisien dan mendukung kolaborasi lintas tim.