Satu Orang Meninggal Dalam Kebakaran KMP Putri Yasmin Di Selat Lombok
Insiden kebakaran yang menimpa KMP Putri Yasmin di Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026) pagi mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia. Puluhan penumpang selamat berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke sejumlah armada kapal.
Berdasarkan data Posko SAR, total korban yang telah terkonfirmasi dievakuasi meliputi 59 orang oleh KN SAR 220 Mataram yang mencakup satu warga negara asing asal Australia. Sementara itu, Portlink II menyandarkan 35 orang di Pelabuhan Padangbai, KAL Lembar menyelamatkan 18 orang, serta armada Polairud dan RIB masing-masing mengamankan 25 dan 9 orang.
Sebanyak 58 orang sempat dievakuasi ke kapal tipe yatch, sebelum 24 orang di antaranya dipindahkan ke RBB, termasuk satu warga negara Australia. Tiga orang tercatat berada di kapal yatch dengan rincian dua orang selamat dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memaparkan bahwa kebakaran kapal penyeberangan rute Padangbai-Lembar tersebut terdeteksi sekitar pukul 04.20 WITA di perairan Bali. Petugas gabungan langsung memancarkan siaran darurat ke kapal-kapal di sekitar lokasi kejadian.
Langkah penanganan darurat langsung diaktifkan oleh jajaran Distrik Navigasi melalui fasilitas transmisi penerimaan siaran keselamatan pelayaran.
"Sesaat setelah informasi diterima pada pukul 04.20 WITA, VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya (broadcast MAYDAY) sebanyak tiga kali kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan secepatnya," ujar I Ketut Aries Nakula Mandiana, Plt Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa.
Pihak VTS Benoa kemudian berkoordinasi secara intensif dengan VTS Lembar serta Kantor SAR Denpasar yang langsung merespons dengan mengerahkan unit RIB Nusa Penida ke titik lokasi kejadian.
Penanganan dari sisi wilayah NTB direspos oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Lembar untuk mengordinasikan pertolongan bersama unsur maritim setempat.
"Kami di KSOP Lembar bersama tim di lapangan, termasuk koordinasi bersama SAR NTB, mengambil langkah tanggap darurat untuk mendukung evakuasi dari sisi wilayah Lembar. Sinergi antar-unsur maritim menjadi prioritas utama agar penanganan berjalan lancar dan selamat," ujar Syamsurizal, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Lembar.
Sejumlah kapal di sekitar area kejadian teridentifikasi langsung bergerak memberikan pertolongan pertama setelah mendengarkan siaran darurat.
"Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi merupakan bagian penting dari respon terhadap keadaan darurat dan mendukung upaya pertolongan yang sedang dilakukan," ujar Syamsurizal, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Lembar.
Hingga saat ini, pemantauan ketat secara real-time terus dilakukan oleh VTS Benoa, SROP Padangbai, VTS Lembar, dan KSOP Lembar guna memandu lalu lintas pelayaran di sekitar lokasi kejadian.