Fenomena Gerhana Matahari Total Langka Sapa Wilayah Eropa
Jutaan penduduk di kawasan Eropa bakal menyaksikan fenomena astronomi langka berupa gerhana Matahari total pada Rabu malam waktu setempat. Peristiwa alam ini dapat diamati secara penuh dari wilayah utara dan tengah Spanyol, sebagian Portugal, Greenland, serta Islandia, seperti dilansir dari Detik iNET.
Masyarakat di sejumlah negara Eropa Barat seperti Inggris, Prancis, Belgia, Swiss, dan Italia utara juga dapat melihat momen saat cahaya matahari terbenam tertutup hampir sepenuhnya. Fenomena ini terjadi ketika Bulan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari, lalu memproyeksikan bayangannya ke permukaan Bumi.
Kondisi pengamatan gerhana sangat bergantung pada posisi geografis masyarakat yang menyaksikan fenomena tersebut.
"Bulan dan matahari harus berada pada posisi sejajar secara presisi agar Bulan dapat menutupi Matahari sepenuhnya dan Anda bisa melihat gerhana total," kata Dr. Megan Argo, ahli astrofisika di University of Lancashire.
Pengamat yang berada di area umbra atau bayangan inti akan melihat gerhana total, sementara wilayah penumbra hanya menyaksikan gerhana sebagian.
"Anda harus berada tepat di tengah bayangan untuk dapat melihat gerhana total dan itu merupakan jalur yang cukup sempit di permukaan Bumi," kata Argo.
Peristiwa ini menjadi gerhana total pertama yang melintasi daratan Eropa dalam dua dekade terakhir. Inggris terakhir kali menyaksikan fenomena serupa pada 1999 dan diproyeksikan baru akan mengalaminya kembali pada 2090. Sementara itu, Islandia mencatat gerhana total pertama dalam 72 tahun, sekaligus yang pertama terlihat dari Reykjavík sejak 1433.
Animo masyarakat yang tinggi memicu lonjakan permintaan alat pelindung mata di berbagai tempat. Kacamata khusus gerhana dilaporkan ludes terjual di sejuta toko dan apotek di Prancis menjelang hari H.
"Kami sempat kehabisan stok selama tiga hari, namun pagi ini kami menerima persediaan yang cukup untuk bertahan hingga Rabu malam," jelas Aurelie Letavi, seorang asisten apoteker.
Penggunaan pelindung mata khusus sangat krusial karena menatap fenomena ini secara langsung dapat memicu kerusakan organ penglihatan secara permanen dalam hitungan detik.
"Bahaya terletak di luka bakar retina. Karena kita cenderung menatap ke piringan Matahari, luka bakar terjadi pada area makula ataudi sebelahnya. Area ini amat kecil, berdiameter sekitar 500 mikron.
Di sini sel kerucut dan sel batang berada. Ini zona yang memungkinkan Anda melihat warna serta penglihatan tajam dan detail. Jika terbakar, Anda akan kehilangan penglihatan presisi.
Kerusakan ini bersifat permanen," peringatan Dr. Eric Frau, dokter mata dan spesialis retina.
Lonjakan wisatawan juga terlihat di Islandia, dengan ratusan pengunjung mancanegara yang berbondong-bondong datang demi mengamati momen langka tersebut secara langsung.