Chalong Riewreang Tembak Mati Pejabat Nonthaburi Akibat Utang
Mantan anggota parlemen Thailand Chalong Riewreang menembak mati kepala kantor Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi Tongchai Yenprasert pada Senin (10/8) pagi akibat perselisihan utang piutang. Usai aksi penembakan tersebut, Chalong sempat menelepon jurnalis yang sedang siaran langsung untuk mengakui perbuatannya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Kepolisian Thailand mengonfirmasi bahwa pelaku menelepon presenter berita Naew Na, Anchalee Paireerak, saat siaran langsung YouTube berlangsung. Dalam percakapan tersebut, Chalong mengaku melepaskan sekitar lima tembakan ke arah korban yang merupakan mantan perwira polisi berpangkat Kolonel Polisi.
Aksi penembakan itu dipicu oleh kekecewaan pelaku karena korban menolak membayar utang sebesar 11 juta Baht atau setara Rp 5,9 miliar yang diklaim sebagai haknya. Korban berusia 71 tahun tersebut menderita empat luka tembak di area dagu, wajah, dahi, serta leher.
Meskipun sempat mendapatkan penanganan resusitasi jantung di lokasi kejadian, Tongchai dinyatakan meninggal dunia setibanya di Rumah Sakit Phranangklao. Sementara itu, sopir korban bernama Yod mengalami luka tembak di lengan kanan dan berhasil selamat usai menjalani operasi.
Sebelum diringkus oleh aparat Kepolisian Ratanathibet, pelaku sempat menghubungi presenter Anchalee yang sedang melakukan siaran langsung.
"Anda baru saja menembaknya? Apakah dia meninggal dunia? Apakah dia tewas?" tanya Anchalee kepada Chalong.
Anchalee yang panik kemudian langsung menginstruksikan pelaku untuk segera menyerahkan diri dan tidak meninggalkan lokasi kejadian perkara.
"Jangan pergi ke mana-mana, Anda harus menunggu polisi di sana, jangan berpindah tempat," kata Anchalee.
Pihak kepolisian telah mengamankan Chalong yang sebelumnya merupakan politisi dari Partai Thai Citizen dan Partai Pheu Thai, serta sempat maju lewat Partai Bhumjaithai pada pemilu 2023. Kepada awak media, pelaku sempat berkilah tidak berniat membunuh dan hanya ingin menagih utang kepada korban.