InJourney Targetkan MotoGP Mandalika Perpanjang Durasi Wisman
Ajang balap motor internasional MotoGP akan kembali digelar di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober mendatang. Penyelenggaraan event ini ditargetkan mampu memperpanjang durasi tinggal wisatawan mancanegara di Indonesia, seperti dilansir dari Detik Travel.
SVP Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Kantor InJourney, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Pihaknya kini berfokus mengoptimalkan efek pengganda ekonomi lokal melalui kunjungan turis asing yang lebih lama.
"Jadi MotoGP sendiri itu memiliki economical impact di tahun 2025 kepada perekonomian nasionalnya sebesar Rp 4,9 triliun. Jadi luar biasa, perhelatan dalam satu minggu MotoGP, lalu penyerapan tenaga kerjanya sampai 3 ribu orang," ucapnya.
Ukuran keberhasilan pariwisata saat ini dinilai tidak hanya berpatokan pada kuantitas kunjungan, tetapi juga besarnya kontribusi finansial bagi daerah destinasi. Data InJourney mencatat rata-rata pengeluaran satu orang turis asing mencapai sekitar USD 1.285 dengan lama menginap 10 malam pada triwulan kedua 2026.
"Itu luar biasa indah pantai-pantai di sana. Bahkan banyak sekali long staying tourist yang di sana untuk surfing. Karena pantai-pantai di Lombok tuh banyak sekali area dan titik-titik yang menarik untuk dijadikan surfing area, dan juga pengalaman hospitality-nya," tambah Yudhistira.
Daya tarik wisata Lombok Selatan dan kesiapan infrastruktur Mandalika dinilai menjadi dorongan utama bagi pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat. Pada triwulan pertama 2026, ekonomi NTB berhasil mencatatkan pertumbuhan hingga 13,64 persen secara tahunan.
"Ini menunjukkan sekali lagi bahwa Lombok memiliki kekuatan destinasi yang lengkap. Mulai dari Mandalika, keindahan alamnya, pantai-pantainya," tegas Yudhis.
Guna mendukung pergerakan wisatawan asing di wilayah domestik, InJourney turut menjalin kolaborasi bersama maskapai nasional Garuda Indonesia melalui penyediaan 170.845 tiket gratis.
"Stimulus ini harapannya adalah bukan hanya meningkatkan jumlah penumpang Garuda Indonesia dari internasional, tapi juga nantinya akan menambah economic scale yang ada di domestik kita," ucap Group Head Marketing Garuda Indonesia, Rina Eka Putri.