Emiten Kertas Grup Sinar Mas Raih Lonjakan Laba Semester I 2026

Share

Kinerja keuangan dua emiten kertas Grup Sinar Mas, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), mencatatkan lonjakan laba bersih secara signifikan sepanjang semester I-2026.

Hingga akhir Juni 2026, TKIM berhasil membukukan laba bersih sebesar US$262,49 juta, melonjak 166,83 persen secara tahunan. Lonjakan kinerja ini didorong oleh kenaikan penjualan bersih perseroan sebesar 7,79 persen menjadi US$528,55 juta.

Sementara itu, INKP mencatatkan total laba bersih sebesar US$372 juta pada semester I-2026, yang setara dengan 38 persen dari estimasi sepanjang tahun. Pendapatan perseroan tumbuh 9 persen secara tahunan mencapai US$1,7 miliar, seperti dilansir dari Investor Daily pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Khusus pada kuartal II-2026, laba bersih INKP melesat 816 persen menjadi US$216 juta. Kenaikan tajam tersebut utamanya dipicu oleh keuntungan selisih kurs yang mencapai US$146 juta.

Hasil riset Sucor Sekuritas menunjukkan bahwa jika keuntungan selisih kurs tersebut dieksklusi, laba bersih inti INKP berada di angka US$70 juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 40 persen secara kuartalan akibat lonjakan biaya bahan baku yang menekan margin laba kotor dari 35 persen menjadi 29 persen.

Meskipun demikian, Sucor Sekuritas memutuskan untuk tetap mempertahankan proyeksi kinerja keuangan INKP hingga akhir tahun 2026. Penambahan kapasitas produksi baru perusahaan sebesar 2,4 juta ton per tahun menjadi penopang utama keputusan tersebut.

Sucor Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham INKP dengan target harga Rp20.100 per saham, yang mencerminkan rasio harga terhadap laba (PER) tahun 2027 sebesar 9,8 kali dan potensi kenaikan hingga 142 persen dari level harga Rp8.275.

"Pencapaian target harga itu akan ditopang oleh CAGR laba bersih sebesar 19% hingga 2028," tulis Sucor Sekuritas dalam laporan risetnya.

Di pasar bebas sepanjang tahun 2026, pergerakan harga saham INKP mencatatkan level tertinggi pada posisi Rp12.000 per saham, sedangkan posisi terendah berada pada level Rp6.500 per saham.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author