Cegukan Berkelanjutan Bisa Jadi Tanda Gangguan Neurologis

Share

Cegukan umumnya terjadi akibat pemicu sederhana seperti makan terlalu cepat, minum minuman berkarbonasi, atau perubahan suhu mendadak. Biasanya, kondisi ini hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat tanpa menimbulkan risiko serius.

Namun, cegukan yang berlangsung berjam-jam bahkan berhari-hari bisa menjadi indikasi adanya gangguan neurologis. Hal ini dikarenakan refleks cegukan melibatkan jaringan saraf dan bagian otak tertentu, terutama batang otak.

Refleks cegukan terjadi ketika pita suara menutup dengan cepat dan melibatkan diafragma serta saraf frenikus dan saraf vagus. Menurut Dr. Shubha Subramanian, Konsultan Senior Neurologi Rumah Sakit Kauvery, Chennai, cegukan yang berulang dan persisten dapat menandakan penyakit atau cedera pada saraf yang mengatur refleks ini.

Salah satu penyebab utama cegukan berkepanjangan adalah gangguan pada sirkulasi posterior yang menyebabkan stroke batang otak. Batang otak berperan penting dalam mengatur pernapasan dan refleks otomatis, sehingga kerusakan di area ini mengganggu mekanisme cegukan.

Selain itu, gangguan demielinasi seperti multiple sclerosis dan neuromyelitis optica juga dapat memicu cegukan karena lesi yang memengaruhi batang otak. Tumor otak di lokasi tertentu pun dapat mengintervensi jalur refleks cegukan meski cegukan bukan gejala khas tumor.

Infeksi atau peradangan sistem saraf pusat seperti meningitis dan ensefalitis juga berpotensi menyebabkan cegukan yang persisten, berbeda dengan cegukan biasa yang muncul setelah makan berlebihan.

Kapan Cegukan Perlu Diwaspadai?

Cegukan yang terjadi sesekali tidak berbahaya. Namun, bila cegukan berlangsung lebih dari 48 jam atau bahkan lebih dari sebulan, kondisi ini sudah tergolong medis dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan, tidur, dan berbicara.

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika cegukan berulang tanpa penyebab jelas dan disertai gejala neurologis lain. Penanganan dini diperlukan agar masalah yang mendasari cegukan dapat diidentifikasi dan diobati dengan tepat.

Informasi ini dikutip dari Detik Health yang menyampaikan penjelasan dari ahli neurologi terkait pentingnya mengenali cegukan persisten sebagai tanda kondisi medis serius.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author