Donald Trump Tinggalkan Turki dengan Penerbangan Rahasia Akibat Ancaman Iran

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan Turki secara rahasia dengan penerbangan militer setelah menghadiri KTT NATO pada Juli 2026, untuk menghindari ancaman pembunuhan dari Iran, dilaporkan oleh The Washington Post menurut Detikcom.

Trump awalnya terlihat menaiki pesawat kepresidenan Air Force One versi lama di Ankara, namun kemudian secara diam-diam dipindahkan ke pesawat militer C-32A yang lebih kecil sebelum meninggalkan Turki.

Langkah ini dirancang untuk menyembunyikan keberadaan Trump dari publik, wartawan, dan staf Gedung Putih yang percaya Trump berada di dalam Air Force One lama, yang sebenarnya berfungsi sebagai pengecoh.

Operasi penerbangan rahasia ini dilakukan sehari setelah serangan udara AS ke Iran menyusul kegagalan negosiasi antara kedua negara.

Trump menggunakan pesawat militer C-32A untuk terbang ke Inggris dan mendarat sekitar pukul 22.20 waktu setempat, sementara pesawat Air Force One dengan rombongan wartawan tiba beberapa menit kemudian.

Belum diketahui secara pasti bagaimana proses pemindahan Trump kembali ke Air Force One, tetapi rombongan wartawan melaporkan Trump turun dari pesawat tersebut pada pukul 22.56 waktu Inggris.

Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, membela langkah pengamanan ini dengan mengatakan, "Sebagaimana disampaikan Presiden baru-baru ini, ada banyak musuh Amerika yang mengincar dirinya, dan kami mengerahkan segala sarana yang tersedia untuk menghadapi ancaman-ancaman tersebut."

Hingga saat ini, Pentagon belum memberikan tanggapan resmi terkait penerbangan rahasia tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: internasional keamanan Politik
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author