Akane Yamaguchi Matangkan Kecepatan Jelang Kejuaraan Dunia 2026

Share

Peningkatan aspek kecepatan serta taktik menjadi fokus persiapan pebulu tangkis tunggal putri Jepang, Akane Yamaguchi, menyongsong Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di India pada 17-23 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk menghadapi persaingan sengit, termasuk potensi perjumpaan dengan wakil Indonesia seperti Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan. Status Yamaguchi sebagai unggulan kedua membuat dirinya terpisah dari babak awal undian menghadapi Putri maupun Thalita.

Meski begitu, persilangan bagan pertandingan tetap berpeluang mempertemukan para pemain unggulan tersebut apabila mereka terus mengamankan kemenangan pada fase-fase selanjutnya. Laga pertama turnamen akan mempertemukan Yamaguchi dengan tunggal putri Vietnam, Nguyen Thuy Linh. Apabila berhasil mengamankan kemenangan, langkahnya berpotensi berlanjut dengan menghadapi pemenang antara Wong Lin Ching atau Namie Miyahira pada babak berikutnya.

Menghadapi rangkaian laga tersebut, peningkatan intensitas pergerakan menjadi menu utama dalam porsi latihan tunggal putri peringkat atas dunia tersebut.

"Tentu saja meningkatkan kecepatan," ujar Akane Yamaguchi. Strategi ofensif yang dikombinasikan dengan reli panjang dinilainya baru bisa berjalan optimal jika ditopang oleh kelincahan fisik yang stabil.

"Saya kira, kombinasi permainan agresif dan rally akan sangat bagus kalau dapat menjaga kecepatan," kata Yamaguchi. Guna menunjang permainannya, evaluasi terhadap koordinasi tubuh di lapangan terus dilakukan secara intensif selama masa persiapan.

"Kalau soal pergerakan, saya kira saya sudah membuat peningkatan," kata Yamaguchi. Kemajuan aspek fisik tersebut memberikan dampak positif terhadap kesiapan mental dan eksekusi strateginya di lapangan. "Saya jadi bisa lebih memikirkan taktik tanpa berpikir soal pergerakan," kata Yamaguchi.

Fokus penuh pada pembenahan diri diharapkan dapat berlanjut hingga kompetisi resmi dimulai.

"Hal ini benar-benar sangat baik untuk saya," kata Yamaguchi. Pebulu tangkis asal Jepang tersebut berharap performa fisiknya tetap terjaga pada tingkat optimal. "Semoga saya bisa terus menjaga hal itu," imbuh Yamaguchi.

Mengenai skema persaingan berdasarkan hasil undian yang telah dirilis, penilaian realistis tetap diberikan oleh sang pemain.

"Undian sudah dilakukan," kata Yamaguchi. Peta persaingan dinilai cukup merata dan menyajikan tantangan berat sejak fase awal.

"Saya kira, undian tersebut tidak terlalu mudah," kata Yamaguchi. Menghindari beban mental, konsentrasi penuh dialihkan pada setiap pertandingan yang akan dihadapi secara bertahap.

"Ketimbang terlalu memikirkannya, lebih baik fokus dengan apa yang ada di depan," kata Yamaguchi. Kewaspadaan tinggi diterapkan demi menjaga peluang melangkah lebih jauh dalam perburuan gelar juara. "Kalau tidak seperti, semuanya malah bida runyam," tambah Yamaguchi.

Di sisi lain, tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengusung target tinggi untuk mengungguli pencapaian medali perunggu pada edisi 2025 di Paris, saat ia terhenti di semifinal usai kalah 17-21, 21-14, dan 6-21 dari Yamaguchi.

"Targetnya semoga bisa memperbaiki warna medali," kata Putri Kusuma Wardani saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung. Penyempurnaan ketahanan mental serta tingkat konsentrasi diakui Putri sebagai fokus pembenahan utama dalam menghadapi persaingan tingkat tinggi papan atas dunia. Raihan medali perunggu tahun sebelumnya mencatatkan sejarah bagi Putri sebagai tunggal putri Indonesia pertama yang meraih medali Kejuaraan Dunia dalam satu dekade terakhir. Ajang Kejuaraan Dunia 2026 sendiri dipastikan bergulir selama tujuh hari di India mulai 17 Agustus 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author