Akane Yamaguchi Tingkatkan Kecepatan Jelang Kejuaraan Dunia 2026
Pebulu tangkis tunggal putri Jepang, Akane Yamaguchi, memfokuskan persiapan fisik dan taktik menjelang bergulirnya Kejuaraan Dunia 2026. Langkah ini menjadi ancaman nyata bagi para pesaingnya, termasuk wakil Indonesia Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan. Sebagai unggulan kedua dalam turnamen tersebut, Yamaguchi dipastikan tidak langsung berhadapan dengan Putri maupun Thalita di fase awal berdasarkan hasil undian.
Kendati demikian, potensi pertemuan di babak berikutnya tetap terbuka lebar apabila seluruh pemain mampu terus meraih kemenangan. Menghadapi persaingan ketat, Yamaguchi mengaku berupaya keras memaksimalkan aspek kelincahan. Menurutnya, perpaduan strategi melancarkan serangan agresif serta adu reli panjang baru akan berjalan efektif jika didukung oleh pergerakan yang cepat di lapangan.
"Tentu saja meningkatkan kecepatan," tegas Yamaguchi.
Guna menjaga performanya, ia menilai stabilitas ritme permainan menjadi kunci utama dalam meredam perlawanan musuh. "Saya kira, kombinasi permainan agresif dan rally akan sangat bagus kalau dapat menjaga kecepatan," kata Yamaguchi.
Selain stamina dan fisik, mantan pemain nomor satu dunia ini merasakan adanya kemajuan pesat dalam hal olah tubuh dan koordinasi gerak. "Kalau soal pergerakan, saya kira saya sudah membuat peningkatan," tutur Yamaguchi.
Perkembangan positif tersebut memberikan dampak langsung terhadap efisiensi perencanaannya saat bertanding. "Saya jadi bisa lebih memikirkan taktik tanpa berpikir soal pergerakan," ujar Yamaguchi. Ia pun berharap kondisi fisik serta fokus bertandingnya dapat terus dipertahankan secara konsisten.
"Hal ini benar-benar sangat baik untuk saya," kata Yamaguchi.
Evaluasi menyeluruh terus dilakukannya demi meraih hasil maksimal sepanjang gelaran turnamen. "Semoga saya bisa terus menjaga hal itu," imbuh Yamaguchi. Berdasarkan skema turnamen, tantangan pertama Yamaguchi akan datang dari wakil Vietnam, Nguyen Thuy Linh.
Jika berhasil mengamankan kemenangan, ia dijadwalkan bertemu pemenang antara Wong Lin Ching atau Namie Miyahira. Adapun kompatriot An Se-young, Sim Yu-jin, menjadi pemain unggulan dengan posisi bagan terdekat dari Yamaguchi.
Mengenai peta persaingan di bagannya, pemain asal Jepang ini enggan menganggap remeh lawan mana pun.
"Undian sudah dilakukan," buka Yamaguchi. Ia menyadari tantangan berat sudah menantinya sejak pertandingan pertama.
"Saya kira, undian tersebut tidak terlalu mudah," kata Yamaguchi. Oleh sebab itu, ia memilih untuk mengalihkan konsentrasinya pada setiap laga yang akan dihadapi secara bertahap.
"Ketimbang terlalu memikirkannya, lebih baik fokus dengan apa yang ada di depan," ujar Yamaguchi. Ia menganggap fokus berlebihan pada skema jangka panjang justru dapat memecah konsentrasi permainannya. "Kalau tidak seperti, semuanya malah bida runyam," tambahnya.