Pratikno Tinjau Karhutla Bromo untuk Tekan Titik Api

Share

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno pada Selasa. Penanganan di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tersebut fokus pada pemadaman sisa titik api.

Pratikno terbang menuju Malang sejak pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB dan melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi terdampak. Langkah ini diambil untuk berkoordinasi langsung dengan pihak terkait di lapangan guna mempercepat proses pemadaman.

Pemerintah mencatat penurunan signifikan pada jumlah titik api yang sempat mencapai puncaknya di area TNBTS. Saat ini, tinggal dua titik api yang masih aktif dan terus ditangani agar tidak meluas.

"Enggak, mundur enggak. Lagi bertugas kok. Lagi bertugas," kata Pratikno.

Penggunaan helikopter water bombing milik BNPB terus dipertahankan untuk menjangkau area rumit. Selain itu, langkah pencegahan di titik-titik rawan juga disiapkan bersama jajaran TNI.

"Tadi pagi, jam 06.30 WIB, saya berangkat ke Malang, terus kemudian ke Bromo. Kita rapat koordinasi untuk percepatan pemadaman kebakaran di Bromo. Jadi, memang ada 36 titik kebakaran ya, paling puncaknya yang lalu.

Ini tadi, masih ada dua titik kebakaran, titik api. Ada dua titik api, makanya kita tetap pertahankan untuk bantuan BNPB water bombing ya," kata Pratikno.

Akses menuju titik api dilakukan dengan melintasi medan berat menggunakan kendaraan operasional. Koordinasi di lapangan juga melibatkan Pangdam setempat untuk memetakan wilayah sensitif.

"Kami tadi juga dengan Pangdam mengantisipasi yang rawan kebakaran. Lumayan tadi kita ke Bromo blusukan, naik hartop juga sampai ke lokasi, titik dekat kebakaran," kata Pratikno.

Mengenai rencana Operasi Modifikasi Cuaca, pemerintah belum dapat mengaplikasikannya di kawasan Bromo. Kondisi atmosfer di sekitar Bromo saat ini belum mendukung ketersediaan awan potensi hujan.

"Problemnya di Bromo, OMC ini sementara nggak bisa jalan karena memang tidak ada awan. Kita perkirakan, kalau sesuai dengan ramalan itu empat hari lagi ada awan untuk bisa OMC," kata Pratikno.

Di lokasi terpisah, kepastian kondisi kesehatan Menko PMK juga disampaikan oleh pihak Istana. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan agenda kerja Pratikno berjalan normal tanpa hambatan kesehatan.

"Sehat, yang saya tahu sehat. Nggak ada kabar bahwa beliau sedang sakit, apalagi mengundurkan diri. Sakit saja enggak," kata Prasetyo Hadi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author