Pemerintah Integrasikan Data SIAK di Puskesmas untuk Akta Kelahiran Digital
Kemudahan pengurusan dokumen kependudukan kini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setelah pemerintah meluncurkan Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran. Seperti dilansir dari Detikcom, program ini menerapkan integrasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang dimulai di Puskesmas Pasar Minggu.
Sistem baru ini memungkinkan penerbitan akta kelahiran secara otomatis. Dokumen kependudukan tersebut dikirim secara daring sesaat setelah bayi lahir di fasilitas kesehatan.
Integrasi data ini menghubungkan informasi kelahiran dari fasilitas kesehatan ke proses administrasi kependudukan. Langkah ini mempermudah penerbitan dokumen lain seperti Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini menjelaskan fokus utama dari transformasi digital ini.
"Prinsipnya sederhana. Data yang bergerak, bukan masyarakat. Inilah perubahan yang ingin kita dorong, dari egosistem menuju ekosistem. Instansi pemerintah tidak lagi bekerja berdasarkan batas sistem dan kewenangannya masing-masing, tetapi terhubung untuk memberikan satu pengalaman layanan yang utuh kepada masyarakat," ujar Rini dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Rini menegaskan bahwa akta kelahiran merupakan pintu utama bagi anak untuk memperoleh hak-hak dasarnya. Hak tersebut mencakup identitas, layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan dari negara.
Masyarakat kini tidak perlu mengulang pengisian data yang sama di berbagai instansi pemerintah. Hal ini memangkas kerumitan prosedur administratif yang selama ini membebani warga.
"Masyarakat tidak seharusnya dibebani dengan urusan untuk memahami batas kewenangan antarinstansi, berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya, atau mengisi data yang sama berulang kali," katanya.
Ukuran keberhasilan transformasi digital diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung. Penanganan administrasi sejak hari pertama kelahiran menjadi bentuk nyata kehadiran negara.
"Salah satu momen paling awal ketika kehadiran negara itu dibutuhkan adalah ketika seorang anak lahir. Negara tidak boleh datang terlambat, tapi negara harus hadir sejak hari pertama anak tersebut dilahirkan," tambahnya.
Tingginya angka kelahiran di Indonesia menjadi alasan utama percepatan integrasi data ini. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sekitar 4,8 juta bayi lahir setiap tahun, atau mendekati 13 ribu kelahiran per hari.
"Karena itu, pencatatan kelahiran perlu diintegrasikan agar dokumen kependudukan bayi dapat diterbitkan lebih cepat," ujarnya.
Mekanisme baru ini mempercepat penerbitan akta kelahiran dan Kartu Keluarga secara digital. Pengurusan dokumen diselesaikan begitu proses persalinan usai di fasilitas kesehatan.
"Sekarang data kelahiran bisa langsung diintegrasikan dengan data Dukcapil-nya atau SIAK. Supaya kalau ada ibu yang melahirkan, akte kelahirannya termasuk kartu keluarganya bisa langsung keluar secara digital," jelasnya.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut dokumen digital dapat diterima melalui puskemas maupun rumah sakit. Penerbitan ini juga mencegah praktik pungutan liar.
Dokumen yang diterbitkan dikirim melalui surat elektronik atau nomor WhatsApp orang tua. Orang tua diberikan akses untuk mencetak dokumen tersebut secara mandiri.
"Begitu lahir, kemudian langsung dikeluarkan akte kelahiran karena sistemnya connect, Puskesmas misalnya atau rumah sakit langsung diserahkan di situ, digitalnya bisa langsung di-print out dan kemudian bisa juga kalau orang tuanya punya email dikirim lewat emailnya atau kalau dia punya WhatsApp bisa dikirim ke WhatsApp orang tuanya tinggal dia print sendiri silakan," jelasnya.
Efisiensi layanan ini didukung oleh penerapan teknologi mutakhir dalam pengelolaan data pemerintah. Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti peran teknologi pendukung.
"Semua data itu berbicara satu sama lain, di-support oleh AI dan AI meng-cleaning semua data itu menjadi terintegrasi dan prosesnya jadi sangat cepat," tutupnya.