Bruno Fernandes Sebut Kritik Roy Keane Penuh Kebohongan

Share

Kapten Manchester United Bruno Fernandes membantah keras kritik legendaris klub Roy Keane yang menuding dirinya lebih mementingkan rekor pribadi daripada klub, setelah ia memecahkan rekor assist Liga Inggris pada Minggu (24/5/2026).

Pencapaian bersejarah dengan total 21 assist tersebut dipastikan dalam laga pemungkas musim melawan Brighton, seperti dilansir dari Bola. Namun, keberhasilan ini diwarnai ketegangan setelah Keane melontarkan kritik tajam dalam sebuah podcast.

Mantan kapten Setan Merah tersebut mempertanyakan fokus Fernandes yang dianggap terlalu berlebihan membahas statistik individu selepas pertandingan melawan Nottingham Forest.

"Ketika Anda menjadi kapten klub, Anda seharusnya mendorong klub maju, bukan malah tenggelam dalam urusan pribadi seperti assist," kata Keane.

Kekesalan tersebut diutarakan Keane dalam siniar "The Overlap" bersama Gary Neville karena merasa narasi seputar klub menjadi bergeser.

"Apa yang saya dengar di Manchester United akhir pekan lalu benar-benar membuat saya marah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh pembicaraan tim dan atmosfer pertandingan seolah-olah hanya berpusat pada pencapaian individu sang gelandang asal Portugal.

"Semua pembicaraan hanya soal assist dia. Para pemain membicarakannya, pertandingan seolah hanya tentang assist Bruno," katanya.

Mantan pemain nasional Republik Irlandia itu juga menyoroti pernyataan Fernandes dalam wawancara pascapertandingan yang dinilainya mencerminkan sikap egois.

"Setelah pertandingan dia diwawancarai dan mengatakan, sebagai kapten Manchester United, 'Beberapa kali saya mungkin seharusnya menembak, tetapi saya memilih memberi umpan.'" ujar Keane.

Bagi Keane, pola pikir yang mementingkan statistik umpan matang di atas lapangan hijau menunjukkan pergeseran fokus yang keliru.

"Bagaimana mungkin pola pikir Anda bukan soal memenangkan pertandingan, melainkan mengejar rekor pribadi?" cetus Keane.

Fernandes kemudian memberikan respons balasan saat berbicara dalam siniar "The Diary of a CEO" yang dipandu oleh Steven Bartlett.

"Saya tidak masalah dengan kritik," ujar Fernandes.

Gelandang berusia 31 tahun tersebut mengaku selalu terbuka terhadap evaluasi eksternal dan memilih tidak merespons opini publik.

"Saya selalu menerima kritik dari siapa pun dan tidak pernah membalas," ujarnya.

Ia menyadari bahwa setiap pengamat maupun mantan pemain memiliki hak penuh untuk menyuarakan pandangan mereka.

"Orang punya opini, entah itu baik atau buruk," ujarnya.

Kendati demikian, Fernandes menegaskan batasan toleransinya terlewati ketika kritik yang disampaikan memuat informasi yang tidak sesuai fakta.

"Yang tidak saya suka adalah ketika orang berbohong," ujarnya.

Pemain bernomor punggung delapan itu secara terbuka menyebut argumen yang dilemparkan oleh Keane tidak berdasar.

"Dalam kasus Roy Keane, apa yang dia katakan itu bohong," tegas Fernandes.

Fernandes merasa beruntung karena seluruh dokumentasi wawancara yang dimaksud masih tersimpan dengan baik sehingga publik dapat menilai situasi secara objektif.

"Untung semuanya terekam. Bayangkan kalau tidak ada rekamannya, orang-orang akan mengira Bruno selalu hanya mengejar assist," ujarnya.

Demi meluruskan kesalahpahaman tersebut, Fernandes bahkan sempat menghubungi mantan manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.

"Saya bahkan meminta nomor Roy kepada Ole untuk mengirim pesan kepadanya," ungkapnya.

Pesan tersebut ingin ia sampaikan guna menegaskan sikapnya yang menolak keras tuduhan manipulatif terkait pernyataan media.

"Saya ingin mengatakan bahwa saya tidak masalah dikritik, tetapi saya tidak suka ketika orang berbohong soal apa yang saya katakan," ujarnya.

Hingga kini, rekaman wawancara asli menjadi bukti utama bagi Fernandes dalam menghadapi tudingan miring tersebut.

"Bagi saya, itu sudah melewati batas yang masih bisa diterima," imbuh Fernandes.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author