Andre Rosiade Kecam Promosi Hafal Quran Berhadiah Miras

Share

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengecam keras tantangan hafalan Al-Qur'an berhadiah minuman keras gratis dalam festival musik The Sounds Project. Aksi promosi tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan nilai agama yang melukai perasaan umat Islam, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Politisi Gerindra tersebut menegaskan bahwa Al-Qur'an merupakan kitab suci yang harus dijunjung tinggi, sehingga tidak sepantasnya dijadikan alat pemasaran produk beralkohol.

Ia mendesak kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengusut tuntas pihak penyelenggara guna memberikan efek jera. "Tindakan ini sangat tidak etis dan menyentuh ranah sensitif. Menjadikan hafalan ayat Al-Qur'an sebagai modal promosi miras adalah bentuk penyalahgunaan simbol agama yang amat nyata dan tidak bisa ditoleransi," ujar Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.

Selain meminta proses hukum bagi panitia, Andre mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta menyerahkan kasus ini kepada pihak berwenang. Ia juga mendesak instansi terkait untuk memperketat izin penyelenggaraan kegiatan hiburan publik.

"Ini jelas-jelas penistaan agama dan sangat melukai hati umat Islam. Ayat suci Alquran yang sangat dimuliakan malah disandingkan dan dijadikan alat promosi untuk mendapatkan minuman keras. Ini sangat kelewatan dan tidak beradab!" tegas Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.

Menanggapi hal tersebut, pihak penyelenggara festival musik The Sounds Project mengklarifikasi kejadian itu melalui akun Instagram resminya pada Selasa (11/8). Mereka mengecam aksi tersebut dan menyatakan bahwa insiden berada di luar kendali panitia.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tulis pihak The Sounds Project, Penyelenggara Acara. Sementara itu, pembawa acara bernama Ega turut menyampaikan permohonan maaf lewat akun Threads resminya. Ia mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di area pameran pada Minggu, 9 Agustus 2026, akibat kelalaian hingga mikrofon dikuasai oleh penonton.

"Saya Ega, selaku MC pada acara musik yang bertugas di booth Newport pada Hari Minggu, 9 Agustus 2026. Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu," tulis Ega, Pembawa Acara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author