Fakta Ilmiah di Balik Kebiasaan Lalat Hinggap pada Makanan

Share

Lalat tidak hanya sekadar mengganggu saat hinggap pada makanan, melainkan menjalankan proses makan yang unik dan berpotensi membawa risiko kontaminasi. Dikutip dari Detik Food, ada alasan ilmiah mengapa lalat tertarik pada makanan dan bagaimana mereka memakannya.

Lalat rumah mengeluarkan cairan pencernaan ke permukaan makanan sebelum mengisapnya. Cairan ini mengandung enzim yang memecah makanan padat menjadi bentuk cair agar lebih mudah disedot menggunakan belalai seperti sedotan. Proses ini berbeda dari muntahan mamalia meskipun terdengar menjijikkan.

Bagian mulut lalat dirancang untuk mengisap, bukan mengunyah, sehingga makanan harus dicairkan terlebih dahulu. Enzim dalam cairan pencernaan membantu memecah protein dan karbohidrat, memungkinkan lalat mengonsumsi berbagai jenis makanan, mulai dari buah matang hingga bahan organik yang membusuk.

Kebiasaan lalat hinggap di tempat kotor seperti sampah dan kotoran hewan membuat tubuh dan kakinya bisa membawa berbagai mikroorganisme. Saat berpindah ke makanan, mikroorganisme tersebut berpotensi ikut terbawa, termasuk melalui cairan pencernaan yang dikeluarkan lalat, sehingga makanan bisa terkontaminasi.

Lalat tertarik pada aroma makanan, terutama yang manis, matang, atau mulai membusuk. Indra penciumannya membantu menemukan makanan dari jarak jauh, sementara kaki lalat memiliki reseptor sensorik untuk mencicipi dan mendeteksi zat kimia di permukaan makanan sebelum memutuskan untuk menyantapnya.

Untuk mengurangi risiko kontaminasi, makanan seperti daging, produk susu, dan hidangan siap santap sebaiknya ditutup rapat dan tidak dibiarkan terbuka terlalu lama agar terhindar dari paparan lalat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author