Pemerintah NTB Siagakan 600 Polhut Antisipasi Karhutla Jelang MotoGP

Share

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengerahkan 600 personel Polisi Kehutanan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Rinjani hingga perbukitan KEK Mandalika menjelang MotoGP Mandalika pada Senin (10/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Langkah penyiagaan personel ini dilakukan untuk menekan dampak fenomena El Nino yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Oktober 2026, bersamaan dengan pelaksanaan ajang balap internasional tersebut.

"Ada 600 personel Polhut yang tersebar di seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di NTB telah diperintahkan untuk bersiap di lapangan. Saya minta semua siaga," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB Didik Mahmud Gunawan Hadi.

Pihak DLHK NTB bekerja sama dengan Masyarakat Peduli Api serta menggunakan teknologi satelit sistem SiPongi guna mendeteksi titik api secara cepat di lapangan.

"Kami koordinasikan di lapangan. Kami juga dibantu sistem SiPongi untuk mendeteksi titik hotspot api secara riil. Begitu koordinat muncul, tim langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan apakah itu kebakaran hutan atau aktivitas lain," kata Didik Mahmud Gunawan Hadi.

Pengawasan juga diperketat di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani agar para pendaki lebih waspada terhadap pemicu kebakaran seperti puntung rokok dan sisa api unggun.

"Kamis ini kami akan menggelar apel siaga Karhutla di Sembalun dengan mengundang seluruh unsur Forkopimda. Kami harapkan koordinasi ini memperkuat kesiapsiagaan bersama," kata Didik Mahmud Gunawan Hadi.

Upaya kesiapsiagaan ini diperkuat menyusul data bahwa sekitar 5.000 hektare lahan di NTB telah hangus terbakar sejak Januari hingga pekan pertama Agustus 2026. Pemerintah pusat melalui Menkopolkam juga telah menginstruksikan jajaran daerah untuk menekan munculnya titik kebakaran baru.

"Kami diminta untuk mengantisipasi jangan sampai muncul spot-spot baru atau terjadi kebakaran berulang," kata Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.

Penanganan terhadap ancaman dampak El Nino ini dipastikan memobilisasi berbagai instansi lintas sektor di daerah untuk menjaga stabilitas wilayah hingga bulan Oktober mendatang.

"Penanganan El Nino ini diprediksi sampai Oktober, sehingga seluruh lembaga mulai dari Pemda, TNI, Polri, hingga Kejaksaan ikut terlibat," kata Indah Dhamayanti Putri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author