WHO Pantau COVID-19 Varian Baru PQ.16.1.1, Dominan di Singapura
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi memasukkan varian baru COVID-19, yakni PQ.16.1.1, ke dalam daftar variant under monitoring (VUM) sejak 27 Juli 2026. Turunan dari varian NB.1.8.1 ini mulai mendapat pengawasan ketat akibat lonjakan sekuens yang dilaporkan dari sejumlah negara.
Seperti dilansir dari Detik Health, laporan resmi WHO mencatat sebanyak 457 sekuens PQ.16.1.1 telah masuk ke basis data GISAID dari delapan negara hingga 8 Juli 2026. Laporan tersebut mencakup sampel yang diambil hingga minggu epidemiologi ke-25. Singapura menjadi penyumbang terbesar dengan 388 sekuens, atau menyumbang 84,9 persen dari total temuan di seluruh dunia.
Penyebaran varian PQ.16.1.1 di Singapura menunjukkan tren peningkatan yang sangat pesat. Proporsi varian ini melonjak tajam dari 12,6 persen pada minggu ke-18 menjadi 55,1 persen pada minggu ke-25. Kondisi tersebut berbanding lurus dengan hasil pemantauan sampel positif SARS-CoV-2 yang naik dari 6,5 persen pada minggu ke-16 hingga menyentuh puncaknya sebesar 19,8 persen pada minggu ke-19. Tingkat positif tersebut bertahan tinggi hingga minggu ke-22 sebelum akhirnya melandai pada minggu ke-25.
Kenaikan kasus akibat varian baru ini juga terdeteksi di Taiwan. Berdasarkan data pemantauan CDC Taiwan, sebesar 85,7 persen dari total sampel kasus lokal yang dianalisis dalam empat pekan terakhir dikonfirmasi sebagai varian PQ.16.1.1.
Meski varian PQ.16.1.1 mengalami lonjakan di beberapa area, varian NB.1.8.1 masih mendominasi secara global. Statistik pekan yang berakhir 5 Juli 2026 menunjukkan NB.1.8.1 mencakup 27 persen dari seluruh sekuens global, naik dari 24 persen pada 7 Juni 2026. Pada rentang waktu yang sama, proporsi gubahan PQ.16.1.1 secara global turut merangkak naik dari 13 persen menjadi 21 persen.