ISNU Dorong Nahdlatul Ulama Perluas Peran Diplomasi di Tingkat Global

Share

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) didorong untuk memperluas jangkauan perannya hingga ke tingkat internasional guna merespons dinamika dunia yang kian terbuka. Dorongan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"NU harus menjadi bagian warga dunia, karena saat ini telah terjadi state borderless," ujar Ali Masykur Musa, Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama.

Pernyataan tersebut disampaikan Ali dalam Silatnas Majelis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) pada Jumat (7/8). Menurutnya, fenomena dunia tanpa batas telah mengaburkan sekat antarnegara melalui keterhubungan interaksi sosial, ekonomi, teknologi, hingga isu kemanusiaan.

Dalam dinamika tersebut, NU diharapkan mampu mengambil posisi strategis untuk menciptakan kehidupan global yang damai dan seimbang melalui pendekatan diplomasi.

"Karena sekarang tidak ada kekuasaan yang diperoleh tanpa menuju kekuatan diplomasi," jelas Ali Musa.

Guna mewujudkan peran global tersebut, kepemimpinan NU mendatang dinilai perlu mengeksekusi strategi pendekatan diplomasi lunak. Berbeda dengan diplomasi formal yang dijalankan lembaga negara, NU dapat mengoptimalkan kekuatan sosial-keagamaan yang dimilikinya.

"Kalau NU harus mengambil peran, namanya soft diplomacy," tegas Ali Musa.

Pelaksanaan soft diplomacy ini dinilai dapat dihadirkan melalui jaringan ulama, pesantren, masyarakat sipil, serta pilar nilai Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah. Pendekatan ini sekaligus menuntut sosok calon Ketua Umum NU mendatang agar memiliki pemahaman mendalam terkait konstelasi geopolitik global.

"Ini ciri yang harus dimiliki oleh calon ketua umum yang akan datang, yang tahu persis tentang geopolitik, geostrategi, dan grand ideology di dalam konteks berkehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di dalam kehidupan dunia ini," paparnya.

Arah kepemimpinan berwawasan global ini turut menempatkan gelaran Muktamar NU dalam dimensi yang lebih luas. Penguatan peran tersebut dinilai menjadi sarana bagi NU untuk membangun jembatan dialog dan memperkuat perdamaian dunia tanpa bersandar pada kekuasaan formal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author