Poppy Sovia Ungkap Perjuangan Hadapi Gangguan Bipolar Tipe 1

Share

Aktris Poppy Sovia membagikan pengalamannya dalam menghadapi gangguan kesehatan mental bipolar tipe 1 yang didiagnosis sejak 2019. Informasi tersebut disampaikan Poppy dalam program Rumpi: No Secret di Official Trans TV pada Selasa, 11 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Pemeran film Keramat berusia 41 tahun itu mengaku sempat berada di titik terendah dan merasa ingin menyerah akibat kondisi mentalnya. Kehadiran putri pertamanya, Lalika Airia June Gemintang, yang lahir pada 2 Juni 2019 menjadi alasan utama baginya untuk bertahan.

"Pasti setiap oprang punya kisah di perjalanan hidupnya nemuin kerikil, aku pernah alami mental break down dari kondisi mental aku agak sedikit bermasalah. Aku sempat berpikiran ada di fase nyerah deh gak sanggup, tapi alhamdulillah Allah keren banget bikin aku tetap ada sampai sekarang dan punya anak yang luar biasa banget," ungkap Poppy Sovia.

Kehadiran sang buah hati memberikan sudut pandang baru dalam hidupnya. Dukungan dari suami dan anak diakui menjadi sistem pendukung utama dalam proses pemulihannya.

"Anak itu yang buat aku lebih berharga. Sebelumnya, kadang (merasa) biasa aja. Sedih pokoknya," ucapnya meneteskan air mata.

Motivasi hidupnya kembali tumbuh seiring kesadarannya akan peran sebagai seorang ibu yang menjadi panutan bagi anaknya.

"Merasa paling beruntung, wah dia kan pasti mengidolakan ibunya kan. Alhamdulillah ketika aku punya anak di situ aku ngerasa, 'Sampai akhir nih gue, sampai selesai nih gue, harus sampai selesai'. Iya dong, buat anak," tuturnya.

Pengalaman ini mendorong Poppy untuk memberikan dorongan semangat bagi masyarakat yang sedang mengalami kondisi serupa.

"Harus kuat! Siapapun itu kalian di luar sana, lo bisa, lo kuat, harus bisa! Bisa dong!

Lihat gue aja, gue bakal selesain sampai selesai! Jadi ibu itu keren," ucap Poppy memotivasi diri dan mereka yang juga mengalami hal sama dengannya.

Ia menyoroti pentingnya keterbukaan dan keberanian untuk mencari bantuan profesional saat mengalami tekanan mental.

"Kita gak sendiri, gue bermasalah, gue gak apa-apa, kondisi gue, kita butuh bantuan dan harus berani speak up atau curhat kalau lagi tertekan atau depresi," pesannya.

Masa lalu yang menyulitkan kini dipandangnya sebagai pelajaran berharga untuk membangun masa depan keluarga yang lebih harmonis.

"Kalau dulu masih denial, oh gue korbannya karena pola asuh yang salah, tapi di sisi lain itu adalah pupuk. Justru sekarang kita banyak banget nutrisi yang kita dapatkan dari pupuk masa lalu, insyaallah kita bisa bikin keluarga yang lebih baik dan harmonis," tukas Poppy Sovia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author