Mahasiswa Undip Raih Beasiswa S2 Sheffield Usai Adukan Harga Beras
Mahasiswa baru Universitas Diponegoro asal Alor, Adriano Jeconia Padama, menerima hadiah beasiswa S2 program double degree ke University of Sheffield. Apresiasi tersebut diberikan pihak kampus setelah dirinya menyampaikan langsung persoalan tingginya harga beras di daerah asalnya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dilansir dari Detikcom.
Pengumuman pemberian fasilitas pendidikan pascasarjana di bidang Administrasi Publik dan Tata Kelola Politik ini disampaikan langsung oleh pimpinan civitas akademika Universitas Diponegoro. Skema beasiswa ini akan membiayai studi Adriano di Semarang dan Inggris setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya.
"Sebagai apresiasi, mudah-mudahan Mas Adriano bisa bertumbuh dengan Undip, mungkin tiga setengah tahun lagi, atau empat tahun mudah-mudahan lulus maksimal. Kita akan kirim Mas Adriano ke Sheffield University, University of Sheffield di UK, dengan beasiswa dari Universitas Diponegoro," ujar Rektor Undip Prof Suharnomo, dikutip dari akun Instagram resmi Undip, Selasa (11/8/2026).
Pemberian Beasiswa Magister ini diharapkan mampu membekali Adriano agar dapat berkontribusi kembali ke daerah asalnya di Nusa Tenggara Timur. Rektor Undip menyampaikan harapan agar ilmu yang didapat dari kampus dalam dan luar negeri tersebut bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.
"Kami berharap Mas Adriano nanti tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak lebih luas lagi, tidak hanya untuk masyarakat Alor, tapi juga masyarakat NTT, secara umum untuk kita semua, bangsa Indonesia," harap Suharnomo.
Adriano mengaku tidak menyangka keluh kesah mengenai kondisi pangan di daerahnya akan membuahkan penghargaan pendidikan setinggi itu. Menurut mahasiswa jurusan Hubungan Internasional tersebut, ia hanya berfokus untuk menyuarakan fakta riil yang dialami warga di tanah kelahirannya.
"Kesannya pasti saya senang. Walaupun saya sebenarnya tidak expect akan cerita seperti ini, karena pikiran saya adalah saya sampaikan dulu apa yang harus saya sampaikan. Tapi jika sudah sampai seperti ini, ya enak, Tuhan, terima kasih," tutur Dede.
Aksi Adriano yang akrab disapa Dede ini bermula saat acara penerimaan mahasiswa baru pada Kamis (6/8/2026). Di hadapan Menteri Pertanian, Dede membeberkan ketimpangan pasokan beras di Kabupaten Alor yang sangat bergantung pada jalur distribusi laut.
"Masalahnya Pak, kebutuhan beras kami itu sekitar 24-27 ton per tahun. Sedangkan kemampuan kami cuma bisa 10%, sehingga harga beras sering naik dan mahal," ungkap Dede, dikutip melalui unggahan sosial media resmi Undip.
Dalam kesempatan tersebut, Dede juga menyampaikan keprihatinannya mengenai dampak krisis pangan terhadap kesehatan anak-anak di pedalaman Alor. Ia menyoroti bahaya konsumsi umbi-umbian secara berlebihan sebagai pengganti makanan pokok bagi anak-anak di sana.
"Yang saya khawatirkan adalah banyak anak kecil yang terpaksa makan umbi-umbian dan yang saya tahu adalah kalau mereka makan umbi-umbian dari kecil, maka perut mereka akan penuh dengan gas, sehingga akan membesar dan, mohon maaf tapi, lubang pembuangan mereka akan mengecil. Itu benar-benar sangat menyakitkan, Pak," papar Dede.
Ia memaparkan data bahwa dari sekitar 300 ribu penduduk Alor, warga di wilayah perkotaan harus membeli beras seharga Rp 13-15 ribu per kilogram. Lonjakan harga yang jauh lebih tinggi terjadi di daerah pedalaman saat akses transportasi terganggu musim hujan.
"Tapi kalau saat krisis, yang di pedalaman itu bisa sampai Rp 25 atau 30 ribu per kilo, Pak," kata Dede.
Laporan langsung dari mahasiswa baru tersebut direspons cepat oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Mentan langsung menginstruksikan jajaran Perum Bulog di lokasi untuk merencanakan pembangunan gudang baru serta mendistribusikan beras ke Alor agar harga stabil di angka Rp 12.500 per kilogram.
"Oke Nak, saya ini nanti dirut (Bulog) tadi, kalau tidak ada gudang, bangun gudang di sana, gudang Bulog. Kemudian hari ini minta Dirut, sudah Dirut kirim beras di sana dan insya Allah di sana harganya cuma Rp 12.500 ya. Merata sampai daerah, seluruh pulau kita penuhi," kata Mentan Amran, dikutip melalui akun TikTok resmi.
Atas tanggapan cepat pemerintah dan kesempatan mendampingi kunjungan kerja ke Alor, Dede menyampaikan rasa bangga karena bisa membawa perubahan nyata bagi kampung halamannya.
"Halo, saya Adriano Jekonia Padama, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Diponegoro. Saya sangat senang dan bangga karena saya bisa berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat di tempat saya lahir. Dan saya bisa memberikan sesuatu bagi negara dan juga bagi saudara-saudara saya di Kabupaten Alor," demikian kata Dede, panggilannya, dalam akun Instagram resmi Undip @undip.official yang diunggah Sabtu (8/8/2026), dikutip dan ditulis, Minggu (9/8/2026).