Kiper PS Sendangsari Dipukul Suporter Saat Laga Di Bantul
Seorang kiper amatir dari klub PS Sendangsari dilaporkan mengalami kekerasan usai dipukul dari belakang oleh oknum suporter saat bertanding melawan PS Bawuran di Lapangan Bawuran, Pleret, Bantul, Sabtu (8/8/2026) sore.
Insiden pemukulan pada bagian belakang kepala tersebut menyebabkan korban mengalami luka-luka. Korban kini telah membawa kasus ini ke jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Ketua Askab PSSI Bantul, Aris Suharyanta menyatakan bahwa pelaku pemukulan dalam insiden di Lapangan Bawuran diduga bukan merupakan penggemar sepak bola, sehingga pihak asosiasi mendorong pemrosesan hukum atas pelanggaran tersebut.
"Menurut info, yang melakukan pemukulan bukan penggemar sepak bola. Jadi Askab mendorong itu termasuk pelanggaran," katanya kepada wartawan di Bantul.
Guna mencegah kejadian serupa timbul kembali, Aris mengingatkan bahwa seluruh klub peserta Liga Bantul 2026 sebelumnya telah menandatangani komitmen bersama untuk mematuhi seluruh regulasi pertandingan.
"Kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi, dan kami sudah ada komitmen dengan klub-klub yang mengikuti," ucapnya.
Dokter spesialis neurologi dari Siloam Hospital Lippo Village, dr Daniel Thomas Suryadisastra, SpN FMIN RPSGT AIFO-K menjelaskan bahwa benturan keras pada area kepala tergolong kondisi medis yang sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.
"Namanya cedera kepala. Bisa dibagi dari derajat ringan yang berupa memar atau benjol di kulit, sedang sampai berat bila ada kerusakan jaringan dari tengkorak sampai jaringan dalam otak seperti pembuluh darah pecah, otak bengkak sampai koma," kata dr Daniel.
Ia juga menambahkan bahwa cedera tingkat berat akibat pemukulan di bagian kepala berpotensi menimbulkan dampak fatal jangka panjang bagi korban.
"Bahkan sampai meninggal bisa," katanya.
Menanggapi penyebab korban langsung tersungkur saat menerima pukulan, dr Daniel menyebut gangguan pada susunan saraf motorik dapat melemahkan fungsi gerak anggota tubuh secara mendadak.
"Karena di dalam kepala itu terdapat otak yang merupakan pusat dari susunan saraf (inti dari pusat motorik yg pengaruh ke anggota gerak) jadi bila ada gangguan ya bisa terjadi kelemahan (bisa sesaat atau menetap)," tutupnya.