12 Manfaat Tak Terduga dari Menyusui untuk Ibu dan Bayi

Share

Menyusui bukan hanya cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga memberikan banyak manfaat yang mungkin belum banyak disadari. Selain membantu tumbuh kembang Si Kecil, menyusui juga berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental ibu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan dapat memberikan manfaat jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut adalah 12 manfaat tak terduga dari menyusui:

  1. Membantu mencegah obesitas pada anak — ASI mengandung komposisi nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi dan membantunya mengatur rasa lapar serta kenyang. Tinjauan sistematis dari WHO menunjukkan bahwa menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada masa kanak-kanak.
  2. Memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi — ASI mengandung antibodi, sel imun, laktoferin, dan oligosakarida yang melindungi bayi dari berbagai infeksi seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi telinga. According to the American Academy of Pediatrics, bayi yang mendapat ASI memiliki risiko penyakit infeksi yang lebih rendah.
  3. Mendukung perkembangan otak — Asam lemak DHA, kolin, dan nutrisi bioaktif dalam ASI berperan penting dalam perkembangan otak bayi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menyusui berkaitan dengan perkembangan kognitif yang lebih baik pada anak.
  4. Mengurangi risiko diabetes tipe 2 — Bayi yang disusui memiliki risiko lebih rendah mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari dibandingkan dengan bayi yang tidak memperoleh ASI. Hal ini dijagokan oleh WHO sebagai salah satu manfaat jangka panjang menyusui.
  5. Membantu ibu lebih cepat pulih setelah melahirkan — Pelepasan hormon oksitosin saat menyusui membantu rahim berkontraksi kembali ke ukuran semula sebelum hamil. Proses ini juga efektif untuk mengurangi risiko perdarahan setelah persalinan.
  6. Membantu menurunkan berat badan setelah melahirkan — Produksi ASI membutuhkan energi sekitar 400–500 kalori per hari. Jika diimbangi dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang sesuai, menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan secara bertahap.
  7. Menurunkan risiko kanker payudara — Semakin lama seorang ibu menyusui, semakin besar perlindungan yang didapat terhadap kanker payudara. Menurut WHO, menyusui merupakan salah satu faktor efektif untuk menurunkan risiko penyakit tersebut.
  8. Menurunkan risiko kanker ovarium — Menyusui dapat menurunkan frekuensi ovulasi selama masa laktasi yang berdampak pada penurunan risiko kanker ovarium. Hal ini didukung oleh penelitian meta-analisis dalam Journal of Clinical Medicine.
  9. Menurunkan risiko penyakit jantung — Studi dalam Journal of the American Heart Association menemukan bahwa durasi menyusui yang lebih lama berkaitan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, termasuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan stroke.
  10. Membantu meredakan stres — Hormon oksitosin dan prolaktin yang dilepaskan saat menyusui dapat menciptakan rasa tenang dan membantu menurunkan respons tubuh terhadap stres. Jika mengalami depresi pascamelahirkan, ibu tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
  11. Membantu menunda kesuburan secara alami — Metode Lactational Amenorrhea Method (LAM) melalui menyusui eksklusif dapat menunda kembalinya ovulasi. Metode ini efektif jika bayi berusia di bawah 6 bulan, mendapat ASI eksklusif, dan ibu belum mengalami menstruasi kembali.
  12. Menghemat pengeluaran keluarga — ASI dapat diperoleh secara alami tanpa biaya pembelian susu formula. Selain itu, bayi yang mendapat ASI cenderung lebih jarang sakit sehingga dapat mengurangi biaya perawatan kesehatan.

Untuk memperoleh manfaat optimal dari menyusui, Bunda dapat menyusui sesuai kebutuhan bayi (on demand), memastikan pelekatan mulut bayi sudah benar, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta beristirahat yang cukup.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author