Bung Towel Kritik Performa Eliano Reijnders di Timnas Indonesia

Share

Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke semifinal Piala AFF 2026 usai ditahan imbang Singapura 1-1 pada Jumat, 7 Agustus 2026, memicu kritik tajam dari pengamat sepak bola Tommy Welly terhadap performa gelandang Eliano Reijnders.

Pengamat yang akrab disapa Bung Towel tersebut menyoroti penampilan pemain Persib Bandung itu dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Ia menilai kontribusi Eliano tidak efektif di sektor kanan, baik dalam situasi menyerang maupun bertahan.

"Eliano Reijnders. Mohon maaf, itu kalau bahasa Betawinya nih, nyerang kagak, bertahan kagak," kata Bung Towel.

Kritik tersebut berlanjut saat Bung Towel menganggap kehadiran sang pemain di lapangan tidak memberikan dampak positif bagi permainan skuad Garuda.

"Jadi jujur, Eliano Reijnders nggak maksimal, nggak berguna gitu loh," ujarnya.

Selain masalah teknis pergerakan di lapangan, Bung Towel juga menilai raut wajah dan gestur Eliano kurang menunjukkan semangat juang serta rasa percaya diri selama pertandingan berlangsung.

"Bahkan kalau kita lihat dalam tayangan sejak Vietnam, berapa kali di-shoot, saya nggak lihat raut wajah yang mencerminkan keyakinan, kepercayaan diri. Nggak kelihatan nyali, passion, determinasi dari wajahnya itu. Jadi buat saya ini koreksi besar nanti dalam hal pemilihan skuad," katanya.

Sikap kritis ini berbanding terbalik dengan pandangan Bung Towel pada 2024, saat Eliano Reijnders baru resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 30 September 2024. Kala itu, ia justru mempertanyakan keputusan pelatih Shin Tae-yong yang tak memberi banyak kesempatan main usai proses naturalisasi dipercepat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bung Towel dalam program Dua Sisi tvOne pada 2024, ketika menyoroti minimnya jam terbang Eliano usai laga melawan Bahrain, China, dan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

"Menurut saya akan menjadi bom waktu buat PSSI dan Shin Tae-yong. Prinsip naturalisasi itu pemain yang diambil harus di atas rata-rata. Kalau kemudian pelatih bilang dia belum layak, lalu kenapa dinaturalisasi?" kata Bung Towel.

Ia juga menyayangkan proses pengambilan sumpah yang dilakukan secara cepat di Belgia jika pada akhirnya sang pemain tidak dimaksimalkan oleh tim pelatih.

"Eliano diambil sumpah buru-buru di Belgia, dimainkan setengah babak lawan Bahrain, lalu tidak masuk daftar susunan pemain saat melawan China dan Jepang. Pertanyaan dasarnya, kenapa dinaturalisasi kalau akhirnya dianggap belum layak?" ujarnya.

Kini, Bung Towel berbalik melemparkan kritik keras atas penampilan Eliano setelah pelatih John Herdman memberikan kesempatan tampil membela Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author