Pabrik Kimia MCCI Cilegon Meledak dan Lukai Satu Pekerja
Sebuah ledakan mengguncang pabrik kimia milik PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) di Kota Cilegon, Banten, pada Senin (25/5), hingga memicu kepulan asap putih berbau menyengat ke pemukiman sekitar.
Peristiwa yang terjadi pada siang hari tersebut memicu kepanikan warga akibat kerasnya suara dentuman dan bunyi sirene pabrik, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Bau menyengat menyerupai ban terbakar dilaporkan tercium hingga radius tiga kilometer dari lokasi kejadian.
Seorang warga yang tinggal sekitar 3 kilometer dari lokasi, Faturrohmi, memberikan kesaksian mengenai situasi saat insiden itu terjadi sebelum melapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon.
"Kalau yang saya rasakan cuma tadi ada ledakan kemudian ada suara sirene. Itu dari PT MCCI, bau menyengatnya itu kayak ban terbakar di sekitar Gerem," kata warga sekitar pabrik, Faturrohmi.
Merespons laporan masyarakat, otoritas lingkungan hidup setempat langsung mengerahkan personel ke area industri tersebut guna melakukan investigasi awal.
Kepala DLH Kota Cilegon Sabri mengonfirmasi bahwa jajarannya tengah berupaya mengumpulkan informasi mendalam dari lapangan.
"Teman-teman baru ke sana, belum ada kabar lagi. Info dari Pak Faturrohmi dewan ada meleduk ada laporan, belum ada kabar awal sih teman-teman baru ke sana," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi dampak paparan zat kimia, petugas gabungan segera mengevakuasi penduduk setempat dan menetapkan zona larangan mendekati kompleks pabrik.
"BPBD melalui Lurah sudah mengimbau warga untuk keluar dari wilayah itu," kata Sabri.
Insiden ini juga mengakibatkan seorang pekerja berinisial DA harus dievakuasi medis setelah terdampak langsung di titik ledakan.
Penjabat Sekretaris Daerah Cilegon Azis Setia Ade menjelaskan kondisi penanganan korban luka yang saat ini berada di fasilitas kesehatan terdekat.
"Informasi sih cuma DA dari petugas perusahaan dari yang terkena semburan air atau apa begitu tapi sudah dibawa ke Puskesmas," kata Penjabat Sekretaris Daerah Cilegon Azis Setia Ade.
Hingga kini, pemerintah daerah masih mengonsolidasikan data dari lapangan terkait perkembangan kondisi korban maupun potensi dampak ke area sipil.
"Iya Puskesmas dan informasi terakhir belum atau sudah dirujuk, kami masih menunggu laporan lebih lanjut. Kena semburan atau apa begitu sehingga dibawa ke Puskesmas, informasi sementara begitu," ujarnya.
Pemerintah daerah memastikan bahwa koordinasi lintas sektor terus berjalan untuk memitigasi dampak lanjutan di sekitar area industri.
"Belum ada informasi korban dari warga, masih menunggu laporan. Betul, mulai dari BPBD, LH, Camat, Lurah sudah ke sana untuk memantau ke lapangan langsung," katanya.
Sementara itu, manajemen internal perusahaan menyampaikan perbedaan catatan waktu insiden dan menyatakan proses penyelidikan penyebab kejadian masih berlangsung.
Public Relations PT MCCI Dimas Saputro memaparkan bahwa kronologi kejadian menurut catatan internal terjadi pada pukul 12.30 WIB.
"Memang tadi pukul setengah satu siang, 12.30, memang di kami ada kejadian, saat ini kami sedang investigasi. Bagaimana detailnya, seperti apa, nanti akan kami informasikan kemudian," kata Dimas.
Manajemen membantah bahwa asap putih yang membubung tinggi tersebut merupakan gas beracun, melainkan semburan dari sistem operasional mereka.
"Saya coba koordinasi ke dalam itu tadi apa kok sampai ke atas gitu ya. Itu katanya efek dari steam turbin kami itu yang ke atas tadi yang warna putih itu adalah air. Kira-kira begitu," ujarnya.
Pemeriksaan teknis menyeluruh kini tengah dilakukan oleh manajemen dengan melibatkan aparat kepolisian dan dinas terkait secara berkala.
"Untuk hal detailnya mungkin nanti kita akan berkala ngobrol ya. Saya harus minta konfirmasi dengan tim teknik seperti apa. Kayaknya nggak deh gitu kayaknya, kayaknya satu kali tadi ya gitu pukul 12.30, itu uap air," imbuhnya.