Sumi Indo Kabel Alokasikan Dividen Rp54 Miliar Tahun Buku 2025
PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai total Rp54,23 miliar. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 31 Juli 2026. Setiap pemegang saham berhak memperoleh dividen senilai Rp44,31 per lembar saham.
Tahapan cum dividen untuk pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 10 Agustus 2026, diikuti ex dividen pada 11 Agustus 2026. Senior Managing Director IKBI, Sulim Herman Limbono, memberikan keterangan resmi mengenai alokasi dana tersebut.
"Total nilai dividen yang sudah ditentukan mencapai Rp 54,23 miliar. Dividen per saham Rp 44,31," ujar Sulim Herman Limbono, Senior Managing Director IKBI.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi perusahaan. Kebijakan distribusi laba ini mencerminkan payout ratio sebesar 60,13 persen dari perolehan laba bersih entitas induk yang tercatat sebesar US$8,27 juta. Berdasarkan laporan posisi keuangan per 31 Maret 2026, perseroan memegang saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar US$8,17 juta. Sementara itu, total ekuitas emiten manufaktur ini berada pada angka US$86,19 juta.
Proses pencatatan nama investor yang berhak menerima dividen atau recording date ditetapkan pada 12 Agustus 2026. Selanjutnya, pencairan dana dividen akan dikirimkan ke rekening masing-masing pemegang saham pada 28 Agustus 2026.
| Kegiatan | Tanggal |
|---|---|
| Cum dividen pasar reguler dan negosiasi | 10 Agustus 2026 |
| Ex dividen pasar reguler dan negosiasi | 11 Agustus 2026 |
| Cum dividen pasar tunai | 12 Agustus 2026 |
| Ex dividen pasar tunai | 13 Agustus 2026 |
| Recording date (daftar pemegang saham) | 12 Agustus 2026 |
| Pembayaran dividen | 28 Agustus 2026 |
Pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, saham IKBI ditutup pada level Rp595 per lembar saham. Besaran dividen Rp44,31 per saham memberikan indikasi imbal hasil atau dividend yield sekitar 7,45 persen hingga 8 persen.
Kinerja keuangan awal 2026 menunjukkan pendapatan kuartal pertama IKBI mencapai Rp1,27 triliun, naik dari Rp1,05 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih kuartal pertama tercatat Rp23 miliar, lebih rendah dibanding kuartal pertama 2025 yang sebesar Rp38 miliar.
Perseroan mencatatkan indikator likuiditas yang stabil dengan current ratio 2,55 kali dan quick ratio 2,02 kali. Struktur permodalan terjaga dengan rasio utang terhadap ekuitas (liabilities to equity) sebesar 0,44 kali serta interest coverage ratio mencapai 29,24 kali.