Intel Tawarkan Saham Rp 266 Triliun Dukung Permintaan AI
Produsen chip Intel mengumumkan penawaran saham senilai US$ 15 miliar atau sekitar Rp 266,76 triliun pada Senin (10/8/2026) guna merespons lonjakan permintaan komputasi kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat pesat, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Dana hasil aksi korporasi tersebut direncanakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional perusahaan, termasuk pembiayaan belanja modal serta penyediaan modal kerja. Intel berfokus memanfaatkan peluang pertumbuhan di sektor physical AI, pengembangan silikon khusus, dan teknologi advanced packaging.
Langkah ini bertepatan dengan masifnya investasi perusahaan teknologi global dalam membangun infrastruktur kapasitas komputasi. Goldman Sachs memproyeksikan belanja modal sektor teknologi untuk AI bakal menembus US$ 765 miliar pada tahun ini dan naik menjadi US$ 1,2 triliun pada 2027. Amazon menjadi salah satu raksasa teknologi dengan proyeksi belanja tertinggi akibat kelangkaan memori.
Intel sebelumnya mencatat rekor pertumbuhan pendapatan tercepat dalam kurun 15 tahun terakhir dan mendongkrak proyeksi belanja modalnya menjadi US$ 20 miliar berkat dorongan permintaan konsumen.
Chief Financial Officer Intel David Zinsner menyampaikan bahwa porsi terbesar dari belanja modal tersebut dialokasikan untuk pengadaan peralatan pabrik. Ia menuturkan bahwa pihak perusahaan sedang bersiap menghadapi lonjakan peningkatan operasional secara signifikan pada 2027.
Kinerja saham Intel pun turut mencatatkan tren positif dalam setahun terakhir berkat ekspansi infrastruktur AI dan kepemilikan 10 persen saham perusahaan oleh pemerintah Amerika Serikat demi memperkuat produksi chip domestik. Sepanjang 2026, harga saham Intel telah melonjak 175 persen serta nilainya melipat lima kali lipat dalam satu tahun terakhir.
Skema penawaran saham Intel ini juga menyertakan opsi 30 hari yang memberikan hak kepada penjamin emisi untuk membeli tambahan saham biasa hingga senilai US$ 2,25 miliar.