Iran Syaratkan Kompensasi AS Sebelum Membuka Selat Hormuz

Share

Pemerintah Iran hampir menyepakati alur pelayaran baru dengan Oman di Selat Hormuz pada Senin (10/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Namun, pembukaan kembali jalur strategis tersebut bergantung pada pemenuhan sejumlah syarat oleh Amerika Serikat (AS), termasuk pemberian kompensasi dan penghentian sanksi. Kawasan perairan strategis yang menampung seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia itu mengalami pemblokiran efektif pascaserangan AS-Israel pada 28 Februari.

Kondisi ini memicu lonjakan harga minyak global dan inflasi di berbagai negara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menjelaskan bahwa pembahasan rute pelayaran bersama Oman telah mencapai kemajuan signifikan. Kesepakatan mengenai peta rute pelayaran berhasil dicapai meskipun beberapa detail teknis pernyataan bersama masih difinalisasi.

Pembahasan tersebut mencakup mekanisme pelayaran yang aman, perlindungan lingkungan, layanan maritim, serta pemberantasan kejahatan, yang umumnya dijalankan dengan imbalan pembayaran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga mengonfirmasi kesepakatan dengan Oman sudah memasuki tahap akhir, tetapi penegasan syarat tetap diberlakukan bagi Washington.

Komunikasi antara Teheran dan Washington terus berjalan melalui pihak ketiga, mengingat Iran menolak dialog langsung selama AS dinilai melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani pada Juni. Kompensasi atas kerusakan akibat serangan besar-besaran AS menjadi salah satu poin utama pembukaan selat. Sikap AS ditunjukkan melalui pernyataan pimpinannya mengenai situasi ekonomi Iran yang sedang memburuk. Presiden AS Donald Trump memberikan komentarnya terkait proses negosiasi yang sedang berlangsung.

"Kami hanya bernegosiasi secara setengah-setengah dengan mereka. Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi mereka yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak punya uang," ujar Trump. Selain kompensasi finansial, Teheran menetapkan daftar tuntutan lain yang wajib dipenuhi sebelum akses pelayaran internasional tersebut dinormalisasi. Sekretaris badan keamanan nasional tertinggi Iran Mohammad Baqer Zolqadr merinci lima syarat utama kepada pihak AS.

Rangkaian syarat tersebut mencakup penghentian ancaman serta agresi AS terhadap Iran dan sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak. Iran juga menuntut pencabutan blokade angkatan laut AS di Teluk, penghapusan sanksi ekonomi, serta pembukaan pembekuan aset-aset Iran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author