Bursa Saham Asia Menguat Imbas Optimisme Kesepakatan AS dan Iran

Share

Pasar keuangan di Asia bersiap melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa pagi, 26 Mei 2026, akibat meningkatnya optimisme investor terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah pembukaan kembali Selat Hormuz ini mendongkrak minat beli aset berisiko sekaligus menekan harga minyak dunia.

Kondisi pasar yang bergairah tersebut, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, berhasil membawa indeks MSCI All Country World mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa pada hari Senin. Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Australia, serta Amerika Serikat menunjukkan indikasi menguat, sementara pasar keuangan Hong Kong dan Korea Selatan bersiap dibuka kembali setelah libur.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate tertahan di zona merah setelah sempat anjlok akibat pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai perkembangan positif negosiasi. Selain itu, Panglima Militer Pakistan Asim Munir yang bertindak sebagai mediator juga menyatakan bahwa kesepakatan damai sudah hampir tercapai.

Situasi ini dinilai meredakan kekhawatiran pasar global yang sebelumnya tertekan oleh guncangan krisis energi di Timur Tengah. Pemulihan jalur distribusi di Selat Hormuz diperkirakan akan menyeimbangkan kembali kondisi permintaan dan pasokan minyak global dalam waktu dekat.

"Ada asumsi kuat bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali dalam waktu dekat. Saya melihat pasar tengah bertaruh bahwa situasi permintaan dan penawaran global akan kembali seimbang serta kondisi mulai normal," ujar Bart Melek, Kepala Global Strategi Komoditas di TD Securities.

Kendati demikian, sejumlah isu krusial seperti masa depan program nuklir Iran dilaporkan masih belum menemui titik temu. Rancangan kesepakatan tersebut masih berpotensi gagal karena keberatan pihak Amerika Serikat terhadap tuntutan Teheran mengenai pencairan aset yang dibekukan.

"Kesepakatan telah dicapai dalam banyak topik yang dibahas, tetapi tidak ada yang bisa mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian sudah dekat," kata Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran kepada wartawan pada Senin.

Di samping ketegangan di Timur Tengah, fokus pasar juga terbagi oleh perkembangan geopolitik lain di Eropa Timur saat Rusia meminta Amerika Serikat mengevakuasi diplomatnya dari Kyiv. Investor kini mengalihkan perhatian pada rilis data inflasi personal consumption expenditures Amerika Serikat dan data inflasi Eropa pekan ini untuk membaca arah kebijakan suku bunga ke depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author