Jakarta Miliki 608 Hektare Ekowisata Mangrove untuk Liburan

Share

Jakarta menyimpan kawasan hijau ekowisata mangrove yang menjadi benteng alami pesisir ibu kota dari ancaman abrasi dan perubahan iklim. Selain melindungi pantai, ekowisata mangrove ini menjadi tempat hidup pelbagai fauna serta pilihan destinasi liburan warga.

Data situs resmi Sikomang milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta per 2025 merekam total luas mangrove mencapai 608,22 hektare. Luasan tersebut tersebar di 25 titik pemantauan di empat wilayah DKI Jakarta, terdiri dari 81,80 hektare kategori jarang, 213,44 hektare sedang, dan 312,98 hektare lebat.

Sebagian titik konservasi tersebut dikembangkan menjadi tempat wisata alam. Seperti dilansir dari Detik Travel, terdapat lima kawasan ekowisata mangrove yang bisa dikunjungi untuk mengisi liburan.

Destinasi pertama terletak di Jalan Katamaran Indah 1, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Tempat ini menyediakan jalur pedestrian kayu di bawah rindangnya pepohonan bakau untuk berjalan santai menikmati udara segar.

Pengunjung kerap menjumpai monyet liar, memancing, atau berkumpul bersama keluarga. Fasilitas pendukung di kawasan ini mencakup area parkir, tempat duduk, musala, toilet, hingga kafe. Lokasi ini juga langganan menjadi tempat pemotretan prewedding dan pengambilan gambar.

Tarif masuk kawasan dipatok Rp 2.000 per orang. Biaya parkir motor sebesar Rp 2.000 dan mobil Rp 4.000. Sementara tarif pemotretan prewedding dikenakan Rp 250.000 dan lokasi shooting Rp 750.000.

Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Berlokasi di Jalan Mualim Teko, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, kawasan konservasi seluas 99 hektare ini ditetapkan sebagai taman wisata alam sejak 1998. Tempat ini menjadi satu-satunya area konservasi alam Jakarta yang dibuka penuh untuk umum.

Area ini menjadi habitat burung air, reptil, dan satwa pesisir. Selain menyusuri jalur tracking, wisatawan dapat menyewa kano, speedboat, berkemah, atau menginap di resort.

Jam operasional buka pukul 08.00-18.00 WIB pada hari kerja dan pukul 07.00-18.00 WIB saat akhir pekan atau hari libur. Tiket masuk hari biasa dipatok Rp 15.000 untuk anak-anak dan Rp 30.000 untuk dewasa. Tiket akhir pekan seharga Rp 20.000 untuk anak-anak dan Rp 35.000 untuk dewasa, sedangkan paket keluarga 4 orang dipatok Rp 80.000 (weekday) dan Rp 100.000 (weekend).

Hutan Mangrove Muara Gembong

Berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Jakarta, hutan bakau ini berada di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hutan ini menjadi pelindung pesisir utara Jawa dari ancaman abrasi sekaligus rumah bagi kepiting, ikan, dan bermacam burung. Kawasan wisata ini beroperasi 24 jam.

Laguna Mangrove Pulau Untung Jawa

Terletak di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Pulau Untung Jawa menyajikan wisata jalur setapak di tengah rimbunnya tanaman bakau tepi pulau. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu juga menambah 1.000 bibit mangrove di area Jembatan Pengantin pada Januari 2026 untuk menjaga ekosistem.

Wisatawan dapat menyusuri Laguna Mangrove sekaligus menyeberangi Jembatan Pengantin. Area ini menyuguhkan pemandangan pepohonan bakau yang berbatasan langsung dengan perairan laut.

Pulau Tidung Kecil

Pulau Tidung Kecil di Kepulauan Seribu Selatan merupakan pulau konservasi tanpa penduduk yang fokus pada pengembangan hutan mangrove. Pulau seluas 1,43 hektare kawasan mangrove ini terhubung dengan Pulau Tidung Besar melalui Jembatan Cinta sepanjang 800 meter.

Vegetasi bakau yang tumbuh di pulau ini antara lain Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Excoecaria agallocha. Spesies fauna yang menghuni wilayah ini meliputi biawak air, burung, kepiting, dan ikan.

Pemerintah Kepulauan Seribu menjadikan pulau ini sebagai pusat informasi, konservasi, rehabilitasi, dan edukasi ekosistem pesisir. Pengunjung dapat menikmati ketenangan pulau sekaligus mempelajari aktivitas pelestarian lingkungan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author