Polda Riau dan TNI Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla
Polda Riau bersama TNI dan jajaran Forkopimda Riau menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Mapolda Riau, Senin (10/8/2026). Apel ini menegaskan kolaborasi lintas instansi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Riau, Bumi Lancang Kuning, dilansir dari Detikcom.
Apel dipimpin oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana. Turut hadir pula Kalaksa BPBD Riau M Edy Afrizal, Koordinator Wilayah BMKG Riau Warjono, Kepala SAR Riau Budi Cahyadi, serta tokoh adat dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).
Dalam apel kesiapsiagaan tersebut, sejumlah peralatan taktis dan teknis untuk pemadaman karhutla dipamerkan, termasuk pesawat nirawak (drone) untuk pemantauan hotspot dari udara.
SF Hariyanto menegaskan pentingnya menerjemahkan peringatan dini dari BMKG menjadi tindakan nyata di lapangan (early warning to early action). Ia meminta seluruh instansi memastikan lima poin kesiapan, yaitu kesiapan personel dan peralatan, kesatuan data dan koordinasi, penguatan patroli dan jejaring masyarakat, respons cepat dan tindakan awal, serta keselamatan personel dan perlindungan.
"Prinsipnya jelas, peringatan dini harus segera diikuti dengan tindakan nyata. Hal ini harus menjadi pola kerja kita bersama," ujar SF Hariyanto.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyatakan apel ini menegaskan kembali kolaborasi antara TNI, Polri, Pemprov Riau, dan seluruh elemen masyarakat dalam penanganan karhutla. Ia menyebutkan sejak Maret sudah digelar 63 apel kesiapsiagaan di seluruh kota/kabupaten di Riau.
"Apel kesiapsiagaan ini menjadi bukti keseriusan kami dalam menghadapi potensi karhutla dan fenomena El Nino. Kami mengambil tiga langkah strategis, pertama kegiatan pencegahan seperti pembuatan embung, sekat kanal, penyiapan sumur, dan menara pantau," tambah Irjen Herry Heryawan.
Pemprov Riau juga telah mengeluarkan maklumat terkait karhutla sebagai bentuk ketegasan pemerintah daerah. Upaya pencegahan dilakukan secara door to door untuk edukasi masyarakat.
"Karena prediksi BMKG menyebutkan pada Maret kita akan menghadapi bencana 20 tahunan yang terakhir terjadi tahun 1997, kami juga melakukan penegakan hukum," ujar Kapolda Riau.
Kapolda Riau menegaskan aparat penegak hukum berkomitmen menindak para pelaku perusakan lingkungan, termasuk pembakar lahan, dengan landasan Hak Asasi Manusia (HAM) dan secara terukur.
"Saya dan Pak Kajati sepakat melakukan penegakan hukum khusus untuk perambah dan pembakar lahan," tutupnya.