Kasus COVID-19 di Hong Kong Melonjak Hingga 9 Komma 79 Persen
Tingkat positif COVID-19 di Hong Kong mengalami lonjakan hingga mencapai 9,79 persen akibat penyebaran subvarian Omicron NB.1.8.1 serta munculnya subvarian PQ.16.1.1, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Data Pusat Perlindungan Kesehatan setempat mencatat sebanyak 45 kasus infeksi pada pasien dewasa tergolong parah dalam sebulan terakhir. Lonjakan kasus tersebut juga disertai dengan catatan tujuh kasus kematian.
Pakar penyakit menular dari University of Hong Kong, Prof Ivan Hung Fan-ngai, memberikan penjelasan mengenai kondisi serta efektivitas vaksin terhadap ancaman subvarian baru ini.
"Strain dominan saat ini adalah NB.1.8.1 dan PQ.16.1.1, yang keduanya merupakan subvarian Omicron, serta menekankan bahwa vaksin saat ini tetap efektif melawannya," beber Prof Hung yang dikutip dari The Standard Hong Kong.
Sebagian besar pasien yang terjangkit menunjukkan gejala ringan seperti flu biasa. Meski demikian, kelompok rentan tetap membayangi peningkatan risiko keterpaparan yang lebih berat.
"Sebagian besar infeksi bersifat ringan, dengan gejala yang mirip dengan influenza seperti demam, sakit tenggorokan, dan batuk. Tetapi, orang dewasa yang lebih tua, pasien dengan penyakit kronis, bayi, dan mereka yang belum divaksinasi menghadapi risiko lebih tinggi untuk mengalami sakit parah," lanjutnya.
Menghadapi potensi jeda pasokan vaksin baru pada akhir tahun, warga yang belum terinfeksi atau belum menerima suntikan booster dalam enam bulan terakhir diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan. Stok vaksin yang ada diproyeksikan akan memasuki masa kedaluwarsa pada September mendatang.
"Ketersediaan vaksin COVID-19 khusus anak-anak diproyeksikan baru siap pada kuartal keempat," kata Prof Hung.
Langkah percepatan vaksinasi menjadi prioritas utama guna memastikan imunitas masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman gelombang baru.
"Pemberian vaksinasi yang tepat waktu dinilai menjadi kunci utama untuk mempertahankan kekebalan tubuh sekaligus menekan risiko fatalitas akibat infeksi," tutupnya.