Kemendikdasmen Menerapkan Seleksi Ketat Guru dan Siswa SNT 2026
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberlakukan standar seleksi ketat dalam penerimaan tenaga pendidik dan peserta didik Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada Senin (10/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Dari total 60 ribu pendaftar, pihak kementerian hanya meloloskan 204 guru yang merupakan lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan untuk ditempatkan di 17 lokasi SNT di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menyampaikan penetapan kuota tersebut di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) SNT 7 Bogor, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Kami juga telah merekrut 204 guru atau tenaga pendamping pembelajaran yang diseleksi dari 60.000 stok PPG Prajabatan," kata Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen.
Para tenaga pendidik terpilih tersebut diwajibkan menjalani pembekalan khusus sebelum diterjunkan langsung ke lokasi mengajar masing-masing.
"Mereka telah mengikuti persiapan selama lima hari kemarin untuk memastikan kesiapan di lapangan," kata Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen.
Proses penyaringan ketat juga diberlakukan untuk posisi pimpinan sekolah, di mana hanya 17 kepala sekolah yang dinyatakan lolos dari total 1.800 pelamar.
"Kami telah menyeleksi 17 Kepala Sekolah dari 1.800 pendaftar di seluruh Indonesia. Jadi kepala sekolah yang terpilih di SNT Bogor adalah kepala sekolah pilihan," kata Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen.
Di tingkat siswa, sebanyak 1.360 anak dinyatakan lulus seleksi dari total 2.068 pendaftar untuk mengisi angkatan pertama SNT tahun ajaran 2026-2027.
"Dari yang mendaftar 2.068, telah lulus 1.360 untuk anak-anak kita di 17 lokasi ini. Terdiri dari 680 murid SMP dan 680 murid SMA. Adik-adik ini adalah angkatan pertama SNT tahun 2026-2027," kata Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan program ini dirancang khusus untuk menampung murid yang memiliki potensi kecerdasan istimewa.
"Sekolah Nasional Terintegrasi ini baru kita laksanakan pada periode ini, yang tujuannya adalah memberikan kesempatan dan memberikan pelayanan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan yang istimewa, khususnya dalam bidang akademik, untuk dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi," kata Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Guna menjaga efektivitas pembelajaran, setiap unit SNT membatasi kapasitas tampung hanya 80 siswa per angkatan, seperti yang diterapkan di SNT 7 Bogor.
"Kemudian muridnya, kita memang batasi karena menjaga mutu. Maka untuk angkatan pertama ini, jenjang SMP itu kita hanya menerima 40 murid. Kemudian untuk SMA juga kita hanya menerima 40 murid. Jadi jumlahnya hanya 80 murid di masing-masing SNT," kata Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kemendikdasmen akan mempertahankan batas kuota murid tersebut pada masa seleksi mendatang melalui mekanisme tes skolastik.
"Jadi tes yang kita pakai adalah tes skolastik yang itu menjadi satu kesatuan dalam seleksi murid di Sekolah Nasional Terintegrasi ini. Jadi fokusnya memang untuk murid yang punya kemampuan di atas rata-rata, baik secara akademik maupun non-akademik," kata Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.