Mantan Anggota DPR Thailand Tembak Pejabat Daerah dan Mengaku di YouTube
Aksi penembakan melanda Provinsi Nonthaburi setelah mantan anggota parlemen Thailand berusia 71 tahun, Chalong Reawraeng, melepaskan tembakan ke arah pejabat pemerintah daerah pada Senin (10/08). Dikutip dari Detikcom, penembakan tersebut menyasar Thongchai Yenprasert yang menjabat sebagai pimpinan Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi. Pasca melakukan aksi penembakan tersebut, Chalong justru menghubungi sebuah acara siaran langsung di platform YouTube untuk mengabarkan perbuatannya kepada publik.
Kepolisian setempat bergerak cepat dan telah berhasil menangkap mantan legislator tersebut.
Akibat serangan itu, Thongchai bersama sopirnya harus dilarikan ke rumah sakit. Beberapa laporan menyebutkan bahwa kedua korban "mengalami luka serius" akibat tembakan yang mengenai mereka.
Insiden penembakan ini terungkap secara dramatis ketika Chalong menelepon mantan jurnalis Anchalee Paireerak. Saat itu, Anchalee yang merupakan komentator politik terkenal sedang membawakan acara siaran langsung di YouTube.
Anchalee terlihat menerima panggilan telepon tersebut di tengah-tengah program siarannya. "Saya akan menelepon Anda kembali… Oh, sesuatu yang besar terjadi?
Silakan, apa itu?" kata Anchalee saat merespons telepon tersebut. Meskipun penonton siaran tidak dapat mendengar suara Chalong, reaksi terkejut terlihat jelas dari raut wajah Anchalee.
"Apakah dia meninggal? Apakah dia meninggal? Anda menembaknya di kepala? Anda harus menunggu di sana sampai polisi datang," kata Anchalee dalam siaran.
"Jangan pergi ke mana pun," ujar Anchalee menasihati pelaku.
Rekam Jejak Pelaku dan Korban
Chalong Reawraeng memiliki rekam jejak panjang dalam panggung politik Thailand.
Pria berusia 71 tahun ini tercatat pernah menjabat sebagai anggota parlemen selama tiga periode mewakili Provinsi Nonthaburi. Jabatan terakhirnya di parlemen diemban di bawah naungan partai Pheu Thai.
Di kalangan politik Thailand, Chalong mendapatkan julukan "kobra", yaitu istilah khusus bagi politisi yang membelot dari garis kebijakan partai. Sebutan tersebut melekat padanya sejak tahun 1997 setelah ia memilih kandidat perdana menteri dari partai pesaing.
Pada pemilu terakhir, Chalong sempat kembali mencalonkan diri sebagai anggota parlemen melalui partai Bhumjaithai yang berkuasa, tetapi gagal mengamankan kursi. Sementara itu, pihak korban yakni Thongchai Yenprasert merupakan mantan anggota kepolisian yang kini memimpin badan pemerintahan provinsi. Pria berusia 71 tahun tersebut memulai kariernya di kepolisian pada tahun 1984.
Ia pernah menduduki posisi sebagai wakil kepala serta kepala di beberapa kantor polisi distrik di wilayah Nonthaburi, pinggiran Bangkok.
Thongchai kemudian dipercaya menjabat sebagai kepala Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi sejak tahun 2004.
Motif Penembakan dan Konteks Peristiwa
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi mengenai motif pasti di balik aksi penembakan ini.
Namun, saat ditangkap oleh petugas kepolisian, Chalong sempat memberikan pernyataan singkat kepada para wartawan. Mantan anggota parlemen itu mengaku merasa kesal "karena Thongchai tidak mengabulkan permintaannya".
Peristiwa berdarah ini terjadi hanya berselang tiga hari setelah insiden penembakan massal di sebuah sekolah di wilayah provinsi yang sama. Tragedi penembakan di sekolah Nonthaburi tersebut dilakukan oleh seorang pelajar dan mengakibatkan tujuh orang tewas.
Meski kedua penembakan terjadi dalam jarak waktu berdekatan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi apakah kedua serangan ini saling berkaitan.