Jawa Barat Catat Pertumbuhan Tertinggi Indeks Pembangunan Manusia 2025
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pada 2025 mencapai 75,90 poin, mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir sebesar 1,31 persen, menurut data BPS Jawa Barat.
Rata-rata pertumbuhan IPM selama 2021-2025 mencapai sekitar 0,99 persen per tahun. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan seluruh komponen pembentuk IPM, seperti Umur Harapan Hidup (UHH), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Harapan Lama Sekolah (HLS), dan Pengeluaran Riil Perkapita.
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menyatakan, "Indikator kesehatan yang membentuk harapan hidup mengalami perbaikan. Diantaranya adalah persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak meningkat sebesar 0,94 persen poin serta persentase rumah tangga yang tidak memiliki fasilitas buang air besar menurun sebesar 0,50 persen poin dibanding tahun sebelumnya."
UHH pada 2025 mencapai 75,53 tahun, naik 0,37 tahun dibanding 2024. Harapan Lama Sekolah di Jawa Barat mencapai 13,02 tahun, meningkat 0,22 tahun atau 1,72 persen dibanding tahun sebelumnya. "Laju ini mengalami akselerasi dan menjadi yang tertinggi selama periode 2021-2025," ujar Margaretha.
Rata-rata Lama Sekolah juga meningkat ke angka 9,14 tahun pada 2025, setara tamat jenjang SMP, dengan pertumbuhan 3,04 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran riil per kapita tumbuh 3,29 persen per tahun dan mencapai 12,45 juta rupiah per tahun pada 2025.
Indikator kemiskinan juga membaik dengan jumlah penduduk miskin turun sebanyak 193,92 ribu orang, atau turun 0,44 persen poin dari tahun sebelumnya. Penurunan ini diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat Jawa Barat terutama kelompok berpendapatan rendah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, "Kenaikan IPM Jawa Barat justru peringkat pertama nasional. Hampir 1 poin kenaikannya." Ia berharap capaian IPM Jawa Barat dapat masuk 10 besar nasional dan mengajak semua pihak mendukung upaya peningkatan IPM.