Mendiktisaintek Ungkap Temuan Pencatutan Nama dan Gelar Makalah MBG

Share

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengonfirmasi adanya pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto serta penyalahgunaan gelar akademis dalam makalah usulan program Makan Bergizi Gratis ke nominasi Nobel Perdamaian 2026 pada Senin, 10 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Hasil investigasi tim khusus yang dibentuk sejak 4 Agustus 2026 menunjukkan bahwa penulis utama makalah tersebut mengakui telah menyantumkan nama sejumlah peneliti lain tanpa izin pada buku, repositori, maupun jurnal resmi.

"Jadi kami sudah mendapatkan laporan bahwa penulis utama memang mencatut nama beberapa co-authors peneliti, nama yang tercantum. Baik pada buku, repository, maupun jurnal, itu yang bersangkutan mengakui bahwa mencatut nama, tidak mendapatkan izin," tutur Brian.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi selanjutnya merencanakan konfirmasi langsung kepada seluruh nama yang tertera. Temuan awal mendapati para penulis terkait tidak mengetahui aktivitas riset tersebut maupun memberikan persetujuan tertulis.

Selain pencatutan nama, tim pencari fakta mengidentifikasi klaim sebutan akademik seperti profesor dan doktor yang dipakai tanpa hak oleh pihak terkait.

"Termasuk juga bahwa ada sebutan profesor, doktor, itu ternyata belum mendapatkan gelar itu," beber Brian.

Pihak kementerian memastikan proses penanganan perkara ini terus berjalan. Komisi etik dijadwalkan bakal mengambil langkah disiplin apabila bukti pelanggaran terkonfirmasi secara sah.

Penelusuran kelembagaan terhadap penulis utama berinisial DD mengungkap bahwa yang bersangkutan telah menyerahkan surat pernyataan dan permohonan maaf resmi. DD dipastikan belum menyandang status guru besar, tidak terdaftar sebagai dosen perguruan tinggi, dan baru saja menyelesaikan sidang promosi doktor.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author