Pemerintah Targetkan Gedung Mandiri 17 SNT Rampung 2027
Pemerintah menargetkan fasilitas dan gedung baru untuk 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dapat beroperasi penuh pada 2027. Saat ini, belasan sekolah yang baru diluncurkan tersebut masih menumpang di gedung milik kementerian dan pemerintah daerah, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (10/8/2026).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik bangunan SNT sedang dipersiapkan. Langkah ini diambil agar para siswa dapat segera menikmati fasilitas pembelajaran yang representatif.
"Sekarang ini proses pembangunan sedang akan dilaksanakan dan diharapkan pada tahun depan, Sekolah Nasional Terintegrasi telah memiliki gedung sendiri dengan fasilitas yang representatif, fasilitas yang memungkinkan kalian semua dapat belajar dengan sebaik-baiknya," kata Mu'ti di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP), Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (10/8/2026).
Mu'ti juga mendorong para kepala daerah untuk memberikan dukungan berupa penyediaan lahan agar target pembangunan gedung mandiri di setiap kabupaten atau kota berjalan tepat waktu. Kehadiran SNT diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Dan kami menegaskan, selamat bergabung. Mari kita buat sejarah baru Indonesia dengan Sekolah Nasional Terintegrasi untuk membangun generasi hebat Indonesia, Generasi Emas Indonesia 2045. Kepada anak-anakku sekalian, selamat belajar, ikuti semua kegiatan dengan penuh sukacita, ikuti kegiatan dengan penuh semangat, karena masa depan Anda bermula dari Sekolah Nasional Terintegrasi ini," kata Mu'ti.
Sebanyak 17 SNT telah resmi beroperasi dan memulai kegiatan belajar mengajar. Enam sekolah di antaranya memanfaatkan fasilitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen, sedangkan 11 sekolah lainnya menempati aset pemerintah daerah seperti gedung Balai Latihan Kerja (BLK) dan perkantoran hasil renovasi.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa konstruksi fisik dijadwalkan mulai berjalan pada akhir tahun ini.
"Mulai pembangunan insya Allah 2026 akhir, sehingga nanti di tahun ajaran 2027, adik-adik yang sekarang masuk di 17 sekolah ini sudah memulai pembelajaran di bangunan yang baru," ujar Gogot Suharwoto.
SNT menerapkan manajemen terpadu yang menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu pengelolaan, sehingga lulusan SMP dapat langsung melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA di sekolah yang sama. Selain menerapkan kurikulum standar nasional, siswa dibekali penguatan di bidang bahasa, prestasi akademik, olahraga, serta penguasaan teknologi.
Gogot menambahkan bahwa program ekstrakurikuler wajib disiapkan untuk menunjang potensi para murid.
"Kita akan kenalkan ekskul yang membantu menumbuhkan potensi siswa. Untuk tahap pertama ada enam yang diwajibkan, yakni Pramuka dan Pencak Silat, serta teknologi masa depan seperti Coding, AI (Artificial Intelligence), dan Robotik," kata Gogot.
Penerimaan peserta didik SNT menerapkan kriteria ketat melalui seleksi tes skolastik guna menjaring siswa dengan kemampuan akademik di atas rata-rata.
"Jadi fokusnya memang untuk murid yang punya kemampuan di atas rata-rata, baik secara akademik maupun non-akademik," katanya.