Pergerakan USD/SGD Mengonsolidasi Kekuatan Jelang Uji Level Resistan

Share

Nilai tukar mata uang USD/SGD bergerak mengonsolidasi penguatan dalam menguji tingkat resistan 1,2823 pada Selasa, 19 Mei 2026, setelah merosot dari titik terendah swing 1,2650 yang terjadi pada 7 Mei lalu.

Dinamika pasangan mata uang ini turut dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat terhadap mata uang Asia lainnya, meskipun pergerakan mata uang Singapura cenderung lebih diredam.

Continuumeconomics.com merilis data teknis pergerakan nilai tukar USD/SGD yang menunjukkan titik penting pada area resistan dan support.

Tabel Level Resistan dan Support USD/SGD
R4 1.2900 congestion S1 1.2750 congestion
R3 1.2860 Nov trendline S2 1.2700 congestion
R2 1.2840 200-day MA S3 1.2667 Apr low
R1 1.2823 29 Apr high S4 1.2650 7 May low

Analis dari OCBC memberikan pandangan mengenai kondisi pasar valuta asing yang melibatkan dolar Singapura terhadap volatilitas eksternal melalui laporan Mitrade.com.

"USD/SGD rose, tracking broader USDAXJs higher." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Pihak OCBC menambahkan bahwa karakteristik khusus dari mata uang Singapura membuatnya memiliki pergerakan yang sedikit berbeda di tengah dinamika pasar global.

"Move reflects SGD’s lower beta characteristics but at the same time, SGD is not immune to external developments, including yields, oil and sentiments." tutur Christopher Wong.

Meskipun terdapat tekanan, indikator teknis harian menunjukkan adanya perubahan dalam momentum pergerakan harga.

"Mild bearish momentum on daily chart is fading but rise in RSI moderated." ucap Christopher Wong.

Situasi ini membuka peluang terjadinya perdagangan dua arah dengan batas-batas teknis yang telah dipetakan oleh analis.

"2-way trades still likely. Resistance at 1.2720/40 levels (21, DMA, 61.8% fibo retracement of 2026 low to high), 1.2770" ujar Christopher Wong.

Wong juga memaparkan area batas bawah penahan harga serta preferensi strategi yang dapat diambil oleh para pelaku pasar.

"Support at 1.2650/60 levels (76.4% fibo), 1.2610 levels. Bias to sell rallies preferred." kata Christopher Wong.

Sementara itu, analisis dari United Overseas Bank yang dirilis melalui fxstreet-id.com mencatat bahwa USD/SGD telah rebound dari level terendah barunya di sekitar 1,2660 dan momentum ke atas mulai terbentuk.

"Dua minggu lalu, USD/SGD menguji level 1,2660 saat turun ke level terendah 1,2653. MACD mingguan hanya sedikit menyentuh wilayah negatif, namun setelah rebound kuat minggu lalu, indikator ini kembali positif." kata Quek Ser Leang, analis United Overseas Bank.

Pasangan mata uang ini diperkirakan didukung secara luas di atas 1,2735, dengan support utama di 1,2660, namun zona resistance signifikan di 1,2880–1,2900 yang mencakup garis tren menurun dan EMA 55-minggu dapat membatasi kenaikan kecuali ditembus.

"Momentum ke atas mulai terbentuk, namun meskipun ada ruang bagi USD/SGD untuk naik lebih lanjut, perlu dicatat bahwa terdapat zona resistance signifikan antara 1,2880 dan 1,2900. Garis tren menurun yang menghubungkan puncak 1,3095 dan 1,2930 berada di 1,2880, sementara EMA 55-minggu saat ini berada di 1,2900." kata Quek Ser Leang.

Leang mengingatkan kembali rekam jejak teknis pergerakan pasangan mata uang ini pada periode sebelumnya.

"Perlu dicatat bahwa USD/SGD menguji EMA 55-minggu pada akhir Maret, dengan puncak di 1,2930 lalu mundur." kata Quek Ser Leang.

Secara keseluruhan, pihak United Overseas Bank memprakirakan posisi pergerakan harga akan tetap mendapatkan penahanan yang cukup kuat.

"Secara keseluruhan, kami memprakirakan USD/SGD akan tetap didukung secara luas dari sini, dengan support utama tetap di 1,2660." kata Quek Ser Leang.

Arah pergerakan ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasangan mata uang ini dalam mempertahankan batas support jangka pendek.

"Namun, untuk mempertahankan momentum yang sedang terbentuk saat ini, USD/SGD sebaiknya tetap di atas support jangka pendek di 1,2735. Ke depan, penembusan di atas zona resistance akan secara signifikan meningkatkan kemungkinan pergerakan di atas 1,2930." kata Quek Ser Leang.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Dolar Singapura Forex OCBC UOB
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author