Taiwan Memperlambat Internet Seluler dalam Latihan Militer Han Kuang
Pemerintah Taiwan memperlambat kecepatan jaringan internet seluler secara sengaja di wilayah tengah pada Senin (10/8/2026) sore untuk menguji ketahanan komunikasi warga saat menghadapi krisis darurat. Langkah pembatasan koneksi atau throttling ini digelar sebagai bagian dari latihan militer tahunan Han Kuang yang berlangsung selama 10 hari, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Simulasi ini disiapkan untuk menguji respons masyarakat ketika kapasitas bandwidth seluler menurun drastis akibat potensi bencana alam maupun invasi militer dari China.
Pemerintah setempat telah mengirimkan peringatan awal kepada warga melalui notifikasi telepon seluler dan unggahan di media sosial sebelum pengujian dimulai. Pengurangan kecepatan jaringan seluler tersebut tidak mengganggu seluruh sistem telekomunikasi publik. Layanan krusial seperti panggilan darurat ambulans, jaringan kabel telepon rumah, transaksi ATM, sistem lampu lalu lintas, hingga sambungan internet kabel tetap berjalan normal sepanjang simulasi.
Uji coba sistem komunikasi ini dilaksanakan secara bersamaan dengan manuver pertahanan udara skala besar yang melibatkan tank M60A3, persenjataan artileri, dan sistem antipesawat di Kepulauan Penghu sejak Senin dini hari. Wilayah yang berada di Selat Taiwan tersebut difungsikan sebagai lokasi peragaan pertahanan berlapis untuk menghadang simulasi pendaratan pasukan musuh.
Secara geografis, Kepulauan Penghu menempati posisi strategis di antara daratan China dan pulau utama Taiwan, sehingga diproyeksikan menjadi titik sasaran utama jika terjadi konflik bersenjata. Pemerintah Taiwan menyatakan bahwa seluruh rangkaian latihan Han Kuang tahun ini dirancang lebih realistis guna menguji kesiapan tentara dan sipil sewaktu infrastruktur vital mengalami kelumpuhan. Hingga saat ini, China terus mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya dan tidak mengesampingkan opsi militer untuk mengambil alih pulau tersebut.
Pemerintah Taiwan menolak klaim Beijing dan menegaskan bahwa masa depan pulau tersebut berada di tangan rakyatnya. Pengujian pembatasan internet seluler berikutnya dijadwalkan berlangsung di wilayah Taiwan bagian utara pada 13 Agustus 2026.